RSPS Bantul Soroti Masalah Rujukan BPJS, Ini Kendala Sering Dikeluhkan
RSUD Panembahan Senopati Bantul menyoroti berbagai kendala sistem rujukan BPJS Kesehatan yang masih sering dikeluhkan pasien dalam layanan JKN.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, BANTUL — Polres Bantul meningkatkan kasus dugaan kekerasan seksual terhadap atlet gulat Bantul yang diduga dilakukan oleh pelatihnya sendiri dari penyelidikan ke penyidikan. Peningkatan status kasus itu dilakukan usai polisi menemukan alat bukti yang cukup.
BACA JUGA : Pelaku Pelecehan Atlet Bantul Tidak Hanya Satu Orang
“Sudah naik ke tahap penyidikan,” kata Kasat Reskrim Polres Bantul, Ajun Komisaris Polisi Archye Nevadha, saat dihubungi Selasa (22/11/2022).
Archye mengatakan peningkatan kasus itu dilakukan usai kepolisian menemukan alat bukti yang cukup dari hasil gelar perkara.
“Ya sudah adanya bukti permulaan yang cukup,” katanya.
Lebih lanjut, Archye menyatakan akan pihaknya akan kembali memeriksa sejumlah saksi dan alat bukti. Total saksi yang diperiksa sebanyak lima orang, mulai dari korban, teman korban hingga pengurus Cabang Olahraga (Cabor) Gulat, termasuk AS, terlapor atau pelatih gulat.
Disinggung soal penetapan tersangka, Archye mengaku masih terus melengkapi bukti-bukti dan kembali memeriksa saksi-saksi,
“Untuk penetapan tersangka kemungkinan masih nanti. Setelah melewati penyidikan, melengkapi berkas, dan pemeriksaan saksi kembali,” ujarnya
Sebelumnya seorang pelatih Cabor Gulat Bantul berinisial AS dilaporkan telah melakukan kekerasan seksual terhadap seorang atlet yang dilatihnya berinisial A,18. Korban A mengaku peristiwa dugaan kekerasan seksual tersebut terjadi pada 27 Juli silam.
A mengaku diminta datang oleh pelatihnya ke tempat latihan untuk berlatih di luar jadwal yang semestinya. Karena untuk persiapan Pekan Olahraga Daerah (Porda), A pun tetap datang untuk berlatih. Saat itulah A mengaku mendapat perlakuan tidak senonoh dari AS.
Polisi telah memanggil dan memeriksa terlapor AS, namun dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh penyidik, AS tidak mengakui perbuatan seperti yang dilaporkan korban, “Kita sudah melakukan pemeriksaan kepada terlapor, dan dia tidak mengakui perbuatan tersebut. Nanti kita akan cocokan berdasarkan keterangan saksi dan alat bukti yang ada,” kata Archye.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RSUD Panembahan Senopati Bantul menyoroti berbagai kendala sistem rujukan BPJS Kesehatan yang masih sering dikeluhkan pasien dalam layanan JKN.
DPR AS melalui Jamie Raskin membuka penyelidikan terhadap FIFA dan hubungan Gianni Infantino dengan Presiden Donald Trump. FIFA diminta menyerahkan sejumlah dok
Job Fair Bantul 2026 akan digelar pada 6-7 Agustus di Stadion Sultan Agung. Sebanyak 15 perusahaan membuka sekitar 1.000 lowongan kerja dengan target 750 pencar
TECNO, brand teknologi inovatif berbasis AI, resmi meluncurkan TECNO MEGABOOK K14S. Laptop berukuran 14 inci ini memadukan performa tingg, desain premium
Pablo Nieto menyebut Maverick Vinales bisa dilupakan dalam sehari di MotoGP. Cedera dan konflik dengan KTM membuat masa depannya terancam.
Psikologi mengungkap keterbukaan terhadap pengalaman menjadi sifat yang paling erat kaitannya dengan kreativitas, inovasi, dan kemampuan berpikir lintas disipli