OJK DIY: Judol Bisa Dorong Masyarakat Terjerat Pinjol
OJK DIY menyebut judi online bisa mendorong masyarakat menggunakan pinjol. Outstanding P2P lending DIY capai Rp1,41 triliun.
Foto ilustrasi. /Antara Foto
Harianjogja.com, SLEMAN--DIY dan Jawa Tengah punya sejarah gempa pada 2006. Daerah yang punya sejarah kegempaan, di masa yang akan datang berpotensi diguncang gempa lagi.
Dosen Departemen Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Gayatri Indah Marliyani mengatakan sampai saat ini masih terus dilakukan identifikasi garis-garis sesar untuk dilakukan pemetaan sehingga lebih akurat.
Di DIY sendiri ada beberapa sesar seperti opak, subduksi, progo, dengkeng, dan oya. Sesar yang sudah dipastikan aktif menurutnya adalah sesar opak. Sesar ini sejak 2006 konsisten memproduksi gempa meski kecil.
Sesar opak membentuk zona yang cukup lebar dari arah Parangtritis sampai ke Prambanan. Dari daerah Parangtritis kemudian ke Pleret, Piyungan, Prambanan semuanya dilewati zona sesar.
BACA JUGA: Kendaraan Parkir Sembarangan Bikin Malioboro Semrawut, Forpi Jogja Punya Buktinya
"Secara konsisten sesar opak terus bergerak. Tentu saja di area tersebut, di sekitar zona sesar ini harus tetap waspada karena sesar tersebut masif aktif," ucapnya kepada Harianjogja.com, Rabu (23/11/2022).
Kemudian ada zona subduksi yang berada di lepas pantai. Di zona tersebut ada sumber gempa yang bisa dirasakan getarannya. "Kalau ada gempa yang cukup besar kita bisa terdampak."
Sementara untuk patahan Oya sampai saat ini masih coba dipetakan. Menurutnya sistem patahan Oya dan Opak berdekatan dan saling berinteraksi.
"Untuk progo terus terang datanya masih kurang. Dengkeng juga, saya sendiri masih belum punya bukti yang kuat bahwa dia adalah sesar individu yang bisa aktif."
Lebih lanjut dia mengatakan siklus kegempaan harus dilihat jauh ke belakang. Tidak bisa hanya dari dua atau tiga kejadian lalu mengambil kesimpulan. Sehingga perlu dilakukan studi lebih lanjut lagi.
Gempa yang terjadi di DIY 2006 merupakan gempa darat sehingga memiliki daya rusak yang kuat. Hal ini dikarenakan hiposenter dari gempa berada di lokasi dangkal di bawah 10 km.
Energinya masih kuat untuk menghasilkan goncangan sehingga jika di lokasi tersebut banyak permukiman maka akan menyebabkan kerusakan yang signifikan. "Kalau lebih [10 km] kayak 50 km, 60 km dia sudah dianggap tidak terlalu dangkal," jelasnya.
Pakar geologi UGM Wahyu Wilopo mengatakan daerah yang sudah terpetakan oleh Pusat Studi Gempa Nasional (PuSGeN), sebagian besar yang aktif adalah sesar opak, memanjang dari Kretek ke Prambanan. Terindikasi juga patahan yang menerus dari Prambanan ke arah Barat.
"Di mana dulu pada gempa 2006 menyebabkan kerusakan di daerah Gantiwarno, Bayat dan Cawas klaten," paparnya.
Daerah yang rawan terjadi gempa adalah yang dilewati sesar aktif, di antaranya wilayah Kretek, Pundong, Bambanglipuro, Jetis, Pleret, Piyungan, Berbah, Prambanan, Gantiwarno, Bayat, hingga Cawas. Sementara untuk sesar-sesar lainnya, kata Wahyu, belum terverifikasi sesar aktif.
"Namun demikian mungkin mereka juga bisa menjadi sesar aktif. Hal ini karena belum ada penelitian detail tentang sesar-sesar tersebut," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
OJK DIY menyebut judi online bisa mendorong masyarakat menggunakan pinjol. Outstanding P2P lending DIY capai Rp1,41 triliun.
Mantan Wakil Jaksa Agung Abdul Hakim Ritonga meninggal dunia pada usia 76 tahun. Ia dimakamkan di San Diego Hills, Karawang.
Harta Wali Kota Solo Respati Ardi naik dari sekitar Rp2,02 miliar pada 2024 menjadi Rp8,04 miliar pada LHKPN 2025.
Pieter Huistra percaya diri lini depan PSS Sleman lebih bagus dari Madura United dengan mengandalkan Gustavo Tocantins dan Matheus Fornazari.
Infinix XPAD 30 Pro resmi hadir di Indonesia dengan harga mulai Rp3,399 juta, layar 2.5K, Helio G200 Ultimate, dan baterai 8.200 mAh.
Komisi B DPRD Bantul mencatat realisasi program OPD mitra sekitar 70% dan memastikan seluruh kegiatan tuntas hingga akhir tahun.