Lumbung Mataram Kalurahan Purwosari di Kulonprogo Mengoptimalkan Pertanian dan Peternakan Warga
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Ilustrasi ijazah/Antara-Oky Lukmansyah
Harianjogja.com, JOGJA — Pembebasan ijazah yang dilakukan oleh Pemda DIY kepada 1.546 siswa SMA sederajat di 179 sekolah ditanggapi beragam organisasi pendidikan.
Ada yang merasa terbantu oleh kebijakan pembebasan tersebut hingga ada yang menganggapnya kurang tepat. Pembebasan ijazah yang ditahan sekolah tersebut menelan anggaran Rp3,2 miliar.
Sekretaris Umum PGRI DIY, Kisworo menjelaskan penahan ijazah itu seharusnya tidak ada jika mengacu peraturan-peraturan yang ada.
Sekolah di bawah naungan PGRI, jelas Kisworo, tak pernah menahan ijazah siswanya. “PGRI DIY memang tidak ada SMA sederajatnya, tetapi kalau di SMP belum ada kasus penahanan ijazah dan itu juga salah saya kira kalau sampai ditahan,” jelasnya, Kamis (24/11/2022).
BACA JUGA: Orang Merokok Sembarangan di Malioboro Jogja Bisa Didenda Rp7 Juta
Kisworo menyoroti anggaran pembebasan ijazah Pemda DIY yang terlalu besar. “Angka Rp3,2 miliar itu besar, apakah sekolah itu tidak memberikan keringanan pada siswa tak mampunya, atau dalam pembebasan ini sekolah tak menurunkan biayanya,” katanya.
Sementara itu, Pengurus Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY menanggapi kebijakan tersebut sebagai jalan tengah yang membantu sekolah sekaligus orang tua siswa.
PWM DIY yang membawahi sekolah-sekolah dalam naungannya menyebut penahanan ijazah adalah tahap terakhir dilakukannya agar orang tua siswa merasa bertanggung jawab atas masa depan anaknya.
Pasalnya, banyak orang tua tidak memperhatikan pendidikan anaknya dengan tidak pernah sekalipun membayarkan biaya pendidikan anaknya.
Ketua PWM DIY, Gita Danu Pranata menjelaskan selalu memberikan ruang bagi siswa tidak mampu. “Kami akan selalu membantu dan mencarikan jalan keluar dengan beasiswa dan sebagainya jika memang tidak mampu, tapi kalau orang tuanya punya kemampuan tapi tidak membayar itu yang kami tahan,” katanya, Rabu (23/11/2022).
Gita mengapresiasi pembebasan ijazah oleh Pemda DIY. “Saya dukung kebijakan ini karena jalan tengah, membantu sekolah karena perlu dana operasional dan sekaligus membantu orang tua yang tak mampu membayar,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Perbankan DIY tetap stabil Maret 2026. Aset dan DPK tumbuh, tapi kredit justru turun 1,48%.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo Jumat 22 Mei 2026. Berangkat hampir tiap jam dengan tarif Rp8.000, praktis dan hemat.
Ratusan anak muda gelar konser di Titik Nol Jogja, suarakan perlawanan dan solidaritas di tengah isu kriminalisasi aktivis.
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.