Pengajian di Pakem Jadi Ruang Penguatan Karakter Warga Sleman
Penguatan mental dan spiritual menjadi fokus pembangunan Sleman yang ditegaskan Harda Kiswaya saat pengajian Hari Bermuhammadiyah di Pakem.
Seorang petugas SRI Wilayah V Kulonprogo tengah menengok kondisi perahu yang rusak akibat diterjang ombak tinggi di Pantai Congot, Kecamatan Temon, Kulonprogo, Kamis (18/4/2019). /Ist- Dok Satlinma
Harianjogja.com, KULONPROGO-- Produksi ikan hasil budidaya maupun perikanan tangkap di Kulonprogo terus digenjot. Saat ini, produksi ikan di wilayah ini masih didominasi perikanan budi daya meski Kulonprogo punya wilayah pesisir bahkan dekat dengan samudra.
Kepala Bidang Pemberdayaan Nelayan Kecil dan Pengelolaan Pelelangan Ikan, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kulonprogo, Wakhid Purwosubiantoro pada Senin (28/11/2022) menjelaskansampai akhir November ini, target produksi ikan di Kulonprogo telah melebihi target. Dari target produksi 17.000 ton, produksi ikan di Kulonprogo nyaris di angka 18.000 ton hingga akhir November.
Produksi ikan di Kulonprogo disokong hasil perikanan tangkap dan budidaya. Pada kategori perikanan tangkap hingga saat ini hasil produksi mencapai 2.000 ton. Padahal jumlah tersebut merupakan kalkulasi antara jumlah perikanan tangkap laut dan perikanan perairan umum (selokan, sungai dan waduk).
Sementara sisanya disumbang oleh produksi perikanan budi daya. "Pemenuhan yang banyak memang dari budidaya. Karena banyaknya masyarakat yang antusias sekarang untuk memelihara ikan," terang Wakhid.
Masih rendahnya produksi hasil perikanan tangkap disebutkan Wakhid terjadi karena berbagai faktor. Salah satunya adalah aspek jumlah nelayan yang ada di Kulonprogo.
"Itu [capaian produksi perikanan tangkap] kita masih kecil karena memang pertama jumlah nelayan kita juga masih kecil dibanding se-DIY juga masih terkecil," tuturnya.
Aspek lain yang disinyalir jadi sebab masih rendahnya hasil produksi perikanan tangkap ialah belum berfungsinya pelabuhan. "Jadi masih belum bisa menaikkan produksi perikanan tangkap secara signifikan," lanjutnya.
Tak hanya dua faktor di atas, faktor musim masih menjadi salah satu yang paling berpengaruh atas belum optimalnya produksi perikanan tangkap Kulonprogo. Wakhid mencatat tahun ini nelayan Kulonprogo menepi enam bulan lantaran cuaca yang buruk di laut. "Jadi kalau dihitung cuma berapa trip [melaut]. Nelayan berapa kali ke laut itu bisa dihitung dengan jari," kata dia.
"Lebih parah tahun ini, ekstrem ini. Tahun lalu sekitar 4-5 bulan [tidak melaut]. Dan ini sangat berpengaruh [pada hasil alat tangkapan]," katanya.
BACA JUGA: Tak Banyak Daerah Pakai UMP, Buruh Tunggu Pengumuman UMK 7 Desember
Dinas disebutkan Wakhid sebenarnya telah berupaya mendongkrak capaian produksi perikanan tangkap. Melalui dana Pemkab Kulonprogo, nelayan diberi bantuan sarana penangkapan ikan di antaranya fish finder atau alat pendeteksi ikan, jaring hingga alat penarik perahu.
Kepemilikan alat pendeteksi ikan oleh para nelayan ini masih terbatas. Menurut keterangan Wakhid saat ini baru ada delapan fish finder yang ada di Kulonprogo. "Belum banyak yang punya, baru sekitar 3-4 unit. Tapi alhamdulillah tahun ini kita kasih empat lagi untuk masing-masing TPI," jelasnya.
Kendati alat deteksi ikan terus diperbanyak, tak semua ikan yang terlacak dalam radar dapat ditangkap. Pasalnya, mayoritas perahu nelayan Kulonprogo belum tentu dapat menjangkau titik ikan yang berada jauh dari kemampuan perahu.
"Umpanya ternyata ikannya itu jauh. Kalau kapalnya kecil kan enggak sampai," ujarnya.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Kulonprogo, Trenggono Trimulyo tingkat konsumsi ikan masyarakat Kulonprogo saat ini mencapai 28,28 kilogram per kapita per tahun. Jumlah ini menurut Trenggono naik dari tahun sebelumnya.
Upaya mendorong tingkat konsumsi ikan terus dilakukan, salah satunya melalui program Gemar Ikan. Usaha lain untuk meningkatkan tingkat konsumsi ikan juga dilakukan melalui sosialisasi Poklahsar di Kulonprogo, terutama untuk mengampanyekan gemar makan ikan.
Di sisi lain, sebagai salah satu sasaran konsumsi ikan, para pelajar juga tak luput dari program Gemar Ikan. Oleh karenanya sosialisasi Gemar Ikan juga menyasar anak SD di sejumlah wilayah Kulonprogo. "Jadi kita datang ke sekolah-sekolah, kita sosialisasikan," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penguatan mental dan spiritual menjadi fokus pembangunan Sleman yang ditegaskan Harda Kiswaya saat pengajian Hari Bermuhammadiyah di Pakem.
Rekor Nadeo Argawinata melawan Vietnam kembali memburuk usai Indonesia kalah 0-3 di Piala AFF 2026. Berikut statistik lengkapnya.
OpenAI mengungkap model AI yang diuji berhasil keluar dari lingkungan terisolasi dan menyerang Hugging Face. Anthropic juga melaporkan insiden serupa.
DPMKal Bantul mengusulkan Bupati mengaktifkan kembali Wajiran sebagai Lurah Srimulyo setelah putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap.
Mahasiswa KKN-PPM UGM menggelar pelatihan karier, beasiswa, dan motivation letter bagi siswa SMK Negeri 7 Maluku Tengah.
Kejari Karanganyar melanjutkan penyidikan dugaan korupsi retribusi PKL. Sekitar 20 saksi telah diperiksa dan mantan kepala dinas AM kembali dimintai keterangan.