Kemarau Panjang 2026, Sleman Siapkan 14 Sumur Bor, Cegah Gagal Panen
Sleman bangun 14 sumur bor untuk antisipasi kemarau panjang 2026 dan cegah gagal panen akibat krisis air.
Ilustrasi./Harian Jogja-Lajeng Padmaratri
Harianjogja.com, BANTUL—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul mengusulkan pembangunan sudetan di Pagergunung I dan II, Kalurahan Sitimulyo, Kapanewon Piyungan, Bantul. Hal tersebut menindaklanjuti banjir yang terjadi pada Minggu (25/11/2022) lalu.
Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Agus Yulis Herwanta mengatakan hujan deras yang terjadi dalam rentang waktu 1,5 jam membuat kawasan Pagergunung banjir hingga setinggi leher orang dewasa.
“Itu juga menyebabkan talut di sungai [di Pagergunung] ambrol sekitar 20 hingga 30 meter,” kata Agus ditemui di kantornya pada Kamis, (1/12/2022).
Sembari menunggu dana Belanja Tidak Terduga (BTT) disetujui, BPBD Bantul telah membuat beronjong untuk talut tersebut. Ketika BPBD melakukan asesmen pada Senin (26/11/2022), maka diputuskan untuk membuat sekitar tiga sudetan untuk membuang air ke sungai untuk mengurangi volume air.
BACA JUGA: Duh...Lama Tinggal Wisatawan di Bantul Tak Sampai 2 Hari, Apa Penyebabnya?
Selain asesmen yang dilakukan di Pagergunung, BPBD Bantul juga melakukan asesmen untuk jembatan di Padukuhan Sentulrejo, Kalurahan Bawuran, Kapanewon Pleret di hari yang sama.
Jembatan yang retak dan hanya diperkuat dengan lonjoran besi tersebut, kata Agus, sudah tidak layak untuk diperbaiki. “Usulan kami itu membuat jembatan baru menurut hasil asesmen. Itu beton soalnya. Kalau sudah retak, itu justru akan membebani jembatan itu sendiri,” katanya.
Selain itu, ketika terjadi banjir di Kedungjati, Selopamioro, Imogiri pada hari Minggu lalu, early warning system (EWS) yang dipasang di jembatan tersebut mati. Karena itu, BPBD berencana membuat EWS manual untuk menandai kenaikan luapan air sungai atau banjir.
Sementara itu, Sekretaris Dinas PUPKP Kabupaten Bantul, Budi Sardjono, mengatakan pihaknya sedang memperbaiki jalan putus di Jolo Sutro Piyungan dan gorong-gorong di Salakan Srandakan. “Itu sudah dalam proses [perbaikan] dan selesai, kira-kira, pertengahan bulan ini,” kata Budi ditemui di kantornya pada Kamis.
Kata Budi, perbaikan jalan putus tersebut memakan anggaran hingga Rp183 juta sementara perbaikan gorong-gorong memakan anggaran sekitar Rp60 juta.
Sekretaris Komisi A DPRD Kabupaten Bantul, Jumakir yang ikut dalam proses asesmen Senin lalu di Pagergunung, menegaskan bahwa saluran air di daerah tersebut tidak mampu menampung debit air.
“Ada juga gedung PAUD yang rusak di Pagergunung. Nanti kami ajukan lewat BTT. Kalau ada pembiayaan lebih lanjut, paling tidak kalau menggunakan APBD ya nanti di APBD perubahan 2023 atau 2024,” kata Jumakir.
Melalui Data BPBD Bantul, per 30 November 2022, ada lima kejadian tanah longsor yang semuanya terjadi antara pukul 06.30 WIB hingga 09.50 WIB.
Rinciannya, tiga kejadian longsor terjadi di Kalurahan Wonolelo, Pleret; satu di Mangunan, Dlingo; dan satu di Sriharjo, Imogiri. Tiga di antaranya berstatus membahayakan penghuni rumah apabila terjadi longsor lagi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sleman bangun 14 sumur bor untuk antisipasi kemarau panjang 2026 dan cegah gagal panen akibat krisis air.
Kebakaran Rama Billiard & Cafe Jogja diduga dipicu gangguan listrik. Kerugian ditaksir lebih dari Rp20 miliar tanpa korban jiwa.
Bandara Adisutjipto resmi melayani rute langsung Yogyakarta–Banjarmasin setiap hari bersama Citilink mulai 1 Juli 2026.
Kemenkes menegaskan tenaga medis dan nakes berhak menghentikan pelayanan jika mengalami intimidasi, sesuai UU Kesehatan.
Pemda DIY belum mengangkat Guru Pendamping Khusus menjadi PPPK karena masih menghitung kemampuan anggaran dan kesiapan pelaksanaannya.
Stok beras Bulog mencapai rekor 5,18 juta ton per 2 Juli 2026. Serapan beras sudah 81,65 persen dari target pengadaan nasional.