UKDW Masuk Top 100 WURI 2026
UKDW tidak hanya berfokus pada kualitas akademik, tetapi juga menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan tantangan masa depan
Suasana tradisi upacara tetesan ya g diselenggarakan oleh warga Kampung Pakuncen RW 04, Kelurahan Pakuncen Kemantren Wirobrajan. Dok. Ist
JOGJA—Kampung Pakuncen RW 04, Kelurahan Pakuncen Kemantren Wirobrajan, Kota Jogja, secara mandiri masih berupaya melestarikan tradisi upacara tetesan di wilayahnya sebagai bagian dari pelestarian budaya. Tradisi ini merupakan upacara yang menjadikan anak yang sempurna dalam pertumbuhan menjelang usia dewasa.
Mantri Pamong Praja Kemantren Wirobrajan Sarwanto mengatakan, para warga sangat antusias dalam melaksanakan upacara ini. Dirinya mengapresiasi semangat warga dalam menjaga dan melestarikan kebudayaan agar terus dikenal oleh masyarakat luas dan generasi muda masa kini.
"Saya sangat senang sekali bisa mengikuti upacara tetesan dari prosesi awal hingga akhir. Semoga masih banyak masyarakat yang melestarikan budaya salah satunya lewat adat tetesan," ujarnya.
Salah satu Pelaku Budaya Tri mengungkapkan, upacara ini diperuntukan bagi anak perempuan yang telah berusia minimal delapan tahun atau sewindu. Upacara ini disebut sebagai tanda bahwa seorang anak perempuan akan memasuki kedewasaan.
Baca juga: Jogja Darurat STB! Toko Kehabisan Stok, Pemda DIY Telusuri Dugaan Penimbunan
“Tetesan itu sunatan untuk anak perempuan namun seiring perkembangan jaman upacara tetesan hanya dibersihkan saja sedangkan taraban upacara adat yang diadakan disaat menstruasi pertama kali," ujarnya.
Dalam tetesan ini ada sesajian sebagai harapan dari keluarga yang di dalamnya terdapat buah-buahan serta tumpeng sebagai simbol kebahagiaan sang anak beranjak dewasa.
Untuk prosesnya, anak perempuan dibersihkan dengan melalui 'siraman' dengan air yang diberikan bunga agar terpancar cahaya serta harum semerbak. "Prosesi adat ini agar anak perempuan terpancar auranya dengan berbagai harapan yang ada dalam sesaji yang sudah disediakan," jelasnya.*
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
UKDW tidak hanya berfokus pada kualitas akademik, tetapi juga menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan tantangan masa depan
SIM keliling Sleman 19 Mei 2026 hadir di Mitra 10, termasuk layanan malam di Sleman City Hall untuk perpanjangan SIM A dan C.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo dorong skrining kesehatan mental siswa usai kasus klitih yang menewaskan pelajar di depan SMAN 3 Jogja.
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini hadir di Alun-Alun Kidul dan layanan drive thru di Mal Pelayanan Publik Kota Jogja.
KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat 246 ribu penumpang KAJJ selama libur Kenaikan Yesus Kristus, naik 189 persen dari pekan sebelumnya.
Disdik Sleman mulai adaptasi penerapan Bahasa Inggris di SD menjelang kebijakan wajib nasional pada tahun ajaran 2027/2028.