Advertisement

Jogja Darurat STB! Toko Kehabisan Stok, Pemda DIY Telusuri Dugaan Penimbunan

Sunartono
Sabtu, 03 Desember 2022 - 18:47 WIB
Bhekti Suryani
Jogja Darurat STB! Toko Kehabisan Stok, Pemda DIY Telusuri Dugaan Penimbunan Ilustrasi. - JIBI/Solopos.com

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Sebagian besar toko penyedia set top box (STB) yang berfungsi menjadi perangkat migrasi TV analog ke digital di wilayah DIY kehabisan stok. Masyarakat memburu STB setelah pemerintah resmi menghapus siaran analog.

Berdasarkan pantauan Harianjogja.com, di sejumlah toko elektonik di wilayah DIY banyak yang kehabisan stok STB karena tingginya permintaan. Di salah satu toko Kawasan Jalan Glagahsari, Umbulharjo, Kota Jogja misalnya pun telah habis. Penjual menjanjikan hari Rabu pekan depan kemungkinan sudah datang.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

BACA JUGA : TV Analog Dimatikan, Penjualan STB Meningkat di Jogja 

Hal yang sama juga terjadi pada salah satu toko listrik di Jalan Gedongkuning. Salah satu karyawan sempat menyampaikan bahwa Sabtu (3/12/2022) sore akan datang stoknya. Beberapa orang sempat menunggu dan menanyakan terkait STB. Namun setelah toko mendapatkan telepon dari penyedia STB, ternyata baru pekan depan stoknya tersedia.

“Wah maaf ternyata baru hari Senin [pekan depan] adanya,” kata salah satu karyawan saat Harianjogja.com menanyakan terkait stok STB Sabtu (3/12/2022) sore.

Sejumlah toko elektronik di Kawasan Jalan Affandi pun berjajar sepeda motor yang tidak seperti biasanya. Hilir mudik warga mereka mencari STB. Mereka yang mendapatkan pun harganya di atas pasaran.

“Ini saya dapat harganya Rp375.000, tinggal beberapa unit,” kata salah satu warga yang enggan disebut namanya saat ditemui di kawasan toko elektronik Jalan Affandi.

Merespons kelangkaan STB di wilayah DIY ini Pemda DIY akan melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk mengidentifikasi kemungkinan adanya penimbunan. Semua STB yang beredar dari masyarakat melalui toko-toko telah mendapatkan izin atau sertifikasi dari Kementerian Kominfo. “Iya kami sudah mendapatkan informasi terkait kelangkaan ini, padahal sebenarnya data dari Kementerian Kominfo STB di pasaran untuk DIY ini sudah mencukupi, kami sedang identifikasi penyebab kelangkaan,” kata Kepala Dinas Kominfo DIY Hari Edi Tri Wahyu Nugroho, Sabtu.

BACA JUGA : TV Analog di DIY Dinonaktifkan Besok, Begini Cara Daftar STB Gratis

Wahyu mengimbau kepada para pedagang atau penyedia stok STB agar tidak melakukan penimbunan dan sebaiknya harga tidak terlalu melonjak tinggi meski pun permintaan meningkat. Ia mengatakan harga STB sebenarnya berkisar antara Rp150.000 hingga Rp200.000.

“Terkait kelangkaan ini akan kami komunikasikan, sebenarnya beberapa hari lalu sudah kami rapatkan dengan Balai Monitoring dan penyedia STB agar tidak dilakukan penimbunan. Memang tidak ada harga batas bawah berapa, tetapi mestinya harga pasaran di abwah Rp200.000,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Begini Cara Pangeran Arab Saudi Nikmati Kekayaan

News
| Senin, 06 Februari 2023, 22:07 WIB

Advertisement

alt

Kunjungan Malioboro Meningkat, Oleh-oleh Bakpia Kukus Kebanjiran Pembeli

Wisata
| Senin, 06 Februari 2023, 10:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement