PBB Gunungkidul Tembus Rp23,4 Miliar, 55 Kalurahan Dapat Apresiasi
Pemkab Gunungkidul memberi penghargaan kepada 55 kalurahan yang melunasi PBB-P2 sebelum jatuh tempo. Simak target dan realisasinya.
Prosesi jamasan pusaka yang berlangsung di Kompleks Bangsal Sewokoprojo. Kamis (24/7/2025)/ Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul menggelar jamasan pusaka di Bangsal Sewokoprojo, Kamis (24/7/2025). Rencananya kegiatan budaya ini dilaksanakan di sepuluh lokasi berbeda dan bisa diikuti oleh Masyarakat umum.
BACA JUGA: Ratusan Orang Berebut Air Jamasan di Pura Mangkunegaran Solo
Proses jamasan pusaka diawali dengan kirab pusaka yang dimiliki pemkab di antaranya Tombak Kiai Margo Salurung. Prosesi jamasan juga dilakukan terhadap puluhan keris milik Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih dan pegawai di lingkup pemkab.
“Yang dicuci ada Tosan Aji yang terdiri dari keris, tombak, wedung, patrem dan pusaka lainnya,” kata Mbak Endah, Kamis siang.
Dia menjelaskan, pelaksaan jamasan pusaka merupakan bagian dari pelestarian tradisi yang dimiliki secara turun temurun. Tosan aji atau keris memiliki seni yang tinggi dan telah diakui oleh dunia tentang keberadaannya.
“Keris ada yang dibuat dari bahan meteor oleh Mpu yang dicampur dengan bahan lainnya. Tradisi jamasan juga sebagai upaya mengenalkan kepada generasi muda terkait dengan seni ini karena dibalik keris banyak nilai-nilai yang terkandung didalamnya,” katanya.
Menurut Endah, pelaksanaan jamasan di Bangsal Sewokoprojo ditujukan untuk kalangan pegawai di pemkab. Meski demikian, ia memastikan Masyarakat tidak perlu khawatir karena juga akan digelar secara umum.
Pihaknya telah menyiapkan sepuluh lokasi untuk jamasan pusaka, salah satunya di Taman Budaya Gunungkidul. Kegiatan ini akan difasilitasi oleh Dinas Kebudayaan Gunungkidul.
“Petani, pedagang semuanya punya pusaka sesuai dengan khodam masing-masing sehingga perlu dicuci sebagai bagian untuk perawatan,” katanya.
Kepala Dinas Kebudayaan Gunungkidul, Choirul Agus Mantara mengatakan, sudah menyiapkan sepuluh lokasi jamasan pusaka. Selain pelaksanaan di Bangsal Sewokoprojo sehingga nantinya bisa diikuti masyarkaat secara umum.
“Ini bagian dari melestarikan tradisi karena untuk merawat barang-barang yang bernilai seni yang tinggi sehingga harus dijaga,” katanya.
Dia menjelaskan, sepuluh lokasi jamasan pusaka di antaranya di Kalurahan Patuk, Patuk; Kalurahan Ngeposari, Semanu; Pundungsari di Kapanewon Semin; Giricahyo di Kapanewon Purwosari. Selain itu, juga dilaksanakan di Kalurahan Sumberwungu, Tepus; Kalurahan Watusigar, Ngawen; Kalurahan Karangasem, Paliyan.
“Untuk yang satu lokasi dilaksanakan di kantor Dinas Kebudayaan Gunungkidul,” katanya.
Ia berharap pelaksanaan jamasan pusakan dapat berjalan lancar dan diikuti oleh Masyarakat secara luas. “Mudah-mudahan dapat berjalan lancar sesuai dengan jadwal yang telah disusun,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul memberi penghargaan kepada 55 kalurahan yang melunasi PBB-P2 sebelum jatuh tempo. Simak target dan realisasinya.
WNI bernama Taufiq Muhammad dilaporkan tewas dalam pertempuran pertama setelah direkrut menjadi tentara Rusia di Ukraina.
Polda DIY menyatakan 34 orang yang mendapat perlindungan saat kericuhan di Gedung DPRD DIY telah dipulangkan dan dijemput keluarga.
Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta pelaku perusakan saat demonstrasi di Jogja diproses hukum dan mengingatkan massa tidak melakukan kekerasan.
DPRD Bantul meminta KDMP mengembangkan produk unggulan sesuai potensi kalurahan agar tak sekadar menjadi toko dan mampu menggerakkan ekonomi warga.
seorang ASN Gunungkidul mengembalikan Rp1,5 juta dana bansos PKH setelah anggota keluarganya diangkat menjadi PPPK penuh waktu.