Festival Teater DIY 2026 Jadi Ruang Generasi Muda Belajar dan Berkarya
Festival yang diinisiasi Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY dengan dukungan Dana Keistimewaan 2026 tersebut menjadi ruang bagi generasi muda untuk belajar
Kegiatan diskusi bertema "Menguatkan Kemampuan Literasi Anak melalui Dongeng" di Tasneem Hotel, Senin (28/11/2022)/Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Guna meningkatkan literasi anak melalui dogeng, Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) DIY menyelenggarakan kegiatan diskusi bertajuk Menguatkan Kemampuan Literasi Anak melalui Dongeng di Tasneem Hotel Jogja, Senin (28/11/2022).
Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Dipa BPNB DIY, Dwi Ratna mengatakan kegiatan tersebut merupakan upaya untuk mengenalkan budaya dogeng kepada anak-anak. “Memang ini cara pengenalan kami untuk karya budaya di usia awal," katanya.
Ratna berharap melalui kegiatan tersebut, para guru dapat menyampaikan nilai-nilai budaya melalui dogeng. "Menyampaikan tidak dengan cara menggurui dan anak-anak dapat denga mudah menyampaikan pesan melalui dogeng," kata Ratna.
BACA JUGA: UMP DIY 2023 Naik 7,65%, Buruh: Bukti Kegagalan Keistimewaan DIY!
Ia berharap melalui dongeng dapat mengembangkan kemapuan berkomunikasi, bersosialisasi anak-anak serta mengenal keragaman budaya. Menurut Ratna, metode mendogeng dalam menyampaikan materi pembelajaran anak membuatnya lebih interaktif.
"Pembelajaran akan lebih mudah, lebih nyaman, guru-guru akan lebih mudah mengembangkan pembelajaran, lebih nyaman, outdoor, isinya macam-macam, si anak diajak bercerita," paparnya.
Literasi melalui dogeng juga dapat mengunakan berbagai cerita yang sesuai dengan budaya setempat. Juga tidak menutup kemungkinan cerita adaptasi yang disesuaikan dengan nilai yang ada dan berkembang di masyarakat.
"Dari kecil di bawah sadarnya akan tertanam. Ketika guru menyampaikan sangat menarik, anak akan menangkap," katanya. Menurut Ratna, cerita dogeng tersebut dapat menjadi bekal mengenal nilai-nilai budayanya.
Ratna mengatakan kegiatan Ini untuk meningkatkan literasi anak. "Dogeng sebagai media untuk meningatkan literasi anak, untuk kegotong-royongan, meningkatkan jati dirinya. Anak-anak menjadi anak-anak yang cerdas, mengetahui jati dirinya," kata Ratna.
Sukronedi, Plt. Balai Pelestarian Kebudayaan DIY dan Jateng mengatakan kegiatan ini untuk meningkatkan literasi anak. "Kegiatan ini untuk meningkatan literasi anak, meningkatkan daya imajinasi, menguatkan rasa kegotongroyongan, jati dirinya," katanya.
Ia berharap ke depan anak-anak dapat memiliki imajinasi yang kuat dan mampu menceritakan budaya bangsa.
"Kita kembangkan nilai nanti yang ada di cagar budaya kita bisa dimasukkan ke cerita dongeng untuk anak usia dini," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Festival yang diinisiasi Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY dengan dukungan Dana Keistimewaan 2026 tersebut menjadi ruang bagi generasi muda untuk belajar
iPhone 18 Pro, Pro Max, dan Duo sama-sama memakai A20 Pro. Cek perbedaan layar, kamera, baterai, dan harga ketiganya.
Andika Mahesa meminta publik tenang setelah Dodhy mengumumkan Kangen Band bubar. Ia akan menemui seluruh personel di Jakarta.
Pameran Nasirun digelar di Galeri Nasional Indonesia hingga 11 Oktober 2026, sekaligus menjadi pameran terakhir sebelum revitalisasi.
Australia merebut gelar putra dan putri AVC Beach Volleyball 2026 di Shangluo serta mengamankan dua kuota Olimpiade LA28.
Mario Aji gagal ke Q2 dan dipastikan start posisi 22 di Moto2 San Marino 2026. Senna Agius tercepat di Q2 dengan 1 menit 33,718 detik.