Advertisement
Talkshow Arsip Menyapa, DPAD DIY Dorong Arsip sebagai Sumber Inspirasi dan Pemberdayaan Ekonomi
Kepala DPAD DIY, Kurniawan (kiri), bersama Dosen Sastra Jawa Fakultas Ilmu Budaya UGM, Sri Ratna Saktimulya (dua dari kiri), dan Anggota Komisi D DPRD DIY, Tustiyani (tengah), saat menjadi narasumber dalam acara Arsip Menyapa di Pusat Desain Industri Nasional (PDIN) Jogja, Selasa (24/6/2025). - Harian Jogja - Stefani Yulindriani
Advertisement
JOGJA—Dinas Pemberdayaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY mendorong masyarakat memanfaatkan arsip yang ada sebagai sumber inspirasi dan pemberdayaan ekonomi.
Kepala DPAD DIY, Kurniawan, mengatakan selama ini arsip telah digunakan sebagai sumber inspirasi dalam menciptakan produk ekonomi kreatif. Namun, terkadang masyarakat tidak menyadari telah mengambil manfaat dari arsip tersebut.
Advertisement
Dia mencontohkan agenda Pasar Kangen yang menghadirkan berbagai kuliner dan barang tradisional Nusantara. Menurutnya, eksistensi kuliner dan barang tradisional dapat terjaga lantaran adanya arsip yang mendokumentasikan barang tersebut. Karena itu, arsip yang ada perlu dikelola dengan sistem yang baik agar kelestariannya terjaga.
DPAD DIY memberikan dukungan dalam pengelolaan arsip yang ada di Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat dan Pura Pakualaman dengan sistem kearsipan yang menunjang, yakni alih media dari arsip konvensional ke bentuk digital. Arsip kemudian disimpan dengan sistem penyimpanan tertentu untuk menjaga agar arsip bebas dari bakteri atau jamur yang dapat merusak.
“Kami melakukannya untuk pemeliharaan, karena tidak seperti dokumen lain, arsip ini memiliki nilai sejarah yang penting untuk diselamatkan,” katanya dalam acara Arsip Menyapa di Pusat Desain Industri Nasional (PDIN) Jogja, Selasa (24/6/2025).
BACA JUGA: Hendak Menceburkan Diri ke Laut di Parangtritis, Warga Lansia Asal Bogor Selamat
Anggota Komisi D DPRD DIY, Tustiyani, menyatakan jajarannya mendukung pemeliharaan arsip yang dilakukan DPAD DIY. Dengan arsip yang terjaga kelestariannya, maka masyarakat akan mendapatkan manfaat dari arsip tersebut.
Komisi D, menurut Tustiyani, mendukung upaya pelestarian arsip dengan menyediakan regulasi dan anggaran, sekaligus mengawasi upaya pelestarian arsip di DIY.
Dijelaskan Tustiyani, selama ini Dewan mendukung alokasi anggaran untuk pelatihan dan workshop pengelolaan arsip, pengembangan aplikasi kearsipan, kerja sama dengan berbagai lembaga, promosi serta publikasi arsip DIY. Dia berharap masyarakat mendapatkan informasi yang menginspirasi untuk meningkatkan perekonomiannya. “Promosi dan publikasi [arsip] bisa menghasilkan cuan, dan kalau diangkat ke media sosial bisa menginspirasi anak muda untuk menghasilkan ekonomi kreatif," katanya.
Sementara, Dosen Sastra Jawa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada (FIB UGM), Sri Ratna Saktimulya, menilai arsip merupakan jendela untuk melihat berbagai fenomena yang terjadi di masyarakat. Dia menilai arsip tidak berguna ketika tidak dimanfaatkan. Dia pun mendorong agar seluruh kalangan dapat bekerjasama dalam proses pengelolaan arsip sehingga manfaat arsip dapat dirasakan masyarakat luas. “Yang bersedia mengalihaksarakan arsip mari bergabung agar arsip bisa diberdayakan khalayak umum dengan benar,” katanya. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Duel Remaja di Pakualaman Jogja Terbongkar, Dua Pelajar Luka Parah
- Puluhan Telur Piton Ditemukan di Selokan Permukiman Warga Gunungkidul
- Libur Lebaran Ramai, Kamar Hotel DIY Justru Banyak Kosong
- Catat, Ini Lokasi dan Tarif Parkir Resmi Kota Jogja Tahun 2026
- Pengolahan Mandiri Efektif, Sampah Residu di Demangan Jogja Berkurang
Advertisement
Advertisement






