Hadapi Kemarau Panjang, Warga Gunungkidul Diminta Bijak Memakai Air
Kemarau hingga 7 bulan diprediksi terjadi di Gunungkidul. BPBD siapkan jutaan liter air, warga diminta hemat sejak dini.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL — Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mendukung penuh wacana Presiden Joko Widodo untuk mencabuat status PPKM di seluruh Indonesia. Hingga sekarang di Gunungkidul masih berstatus PPKM level 1.
“Saya rasa sudah siap kalau status PPKM dicabut dan kami akan mendukungnya,” kata Sunaryanta, Minggu (25/12/2022).
Menurut dia, berdasarkan status, PPKM di Gunungkidul sampai kini masih level 1. Meski demikian, Sunaryanta mengakui bahwa sekarang sudah banyak kelonggaran dan masyarakat sudah mulai beraktivitas seperti biasa.
“Salah satu dasar mendukung pencabutan PPKM karena laju penularan corona yang terkendali. Selain itu, kondisi juga sudah terbilang kembali normal,” katanya.
Sunaryata berharap apabila PPKM benar-benar dicabut, diharapkan mampu berdampak signifikan terhadap upaya pemulihan ekonomi. Ia tidak menampik, pandemi sangat berpengaruh besar terhadap pertumbuhan ekonomi.
BACA JUGA: 12 Raperda di Gunungkidul Disepakati Dibahas Tahun Depan
Namun demikian, dia mengakui sudah ada upaya pemulihan dan kondisinya sudah mulai ada perbaikan ketimbang pada saat puncak penyebaran pandemi.
“Ekonomi terus tumbuh dan kondisi ini ikut berpengaruh terhadap upaya pengentasan kemiskinan. Tahun ini ada penurunan warga miskin yang hampir mencapai 2%,” katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, hingga sekarang belum ada perubahan status karena masih berstatus PPKM level 1. Untuk pencabutan diserahkan sepenuhnya kepada Pemerintah Pusat. “Kami akan ikuti kebijakan apa yang dibuat, termasuk pencabutan status PPKM. Kami akan mendukung secara penuh,” katanya.
Adapun kepastian pencabutan, masih menunggu instruksi secara resmi. Namun, Dewi mengingatkan selama pandemic masih ada, maka potensi penularan Virus Corona masih ada.
Oleh karenanya, ia meminta kepada masyarakat untuk tetap mewaspadai. Salah satunya terus mematuhi dan menjalankan protokol kesehatan guna memutus mata rantai penyebaran virus corona.
“Protokol kesehatan sebisa mungkin tetap dijalankan. Yang terpenting juga adalah terus menjalankan pola hidup bersih dan sehat serta rajin berolahraga,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau hingga 7 bulan diprediksi terjadi di Gunungkidul. BPBD siapkan jutaan liter air, warga diminta hemat sejak dini.
Mobil listrik bekas makin diminati di tengah kenaikan harga BBM. Penjualan mobil diesel bekas justru melambat di pasar otomotif domestik.
Demo ojol Jogja hari ini berpotensi memicu kemacetan di Malioboro, Tugu, dan Ringroad Utara Sleman. Simak rute lengkap aksi damai driver online.
Jadwal SIM keliling Bantul Mei 2026 dibuka di Manding, Gilangharjo, dan Wukirsari. Cek lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM.
Polisi menduga teror pocong di Tangerang merupakan modus pencurian dan perampokan. Warga diminta aktifkan ronda dan siskamling.
Jadwal bus KSPN Malioboro ke Pantai Ndrini dan Obelix Sea View Rabu 20 Mei 2026, lengkap dengan rute dan tarif.