Bayi Evakuasi di Sleman Alami Jaundice Kelainan Jantung dan Hernia
Tiga bayi hasil evakuasi di Pakem, Sleman, jalani perawatan intensif di RSUD Sleman akibat kelainan jantung, hernia, dan jaundice. Simak penjelasan medis lengka
Wisatawan menaiki kano di kawasan Baros, Bantul./Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL — Sejak resmi dibuka pada Oktober 2022, wisata kano di kawasan muara sungai di Baros banyak menyedot wisatawan. Hanya saja pengembangan wisata kano terkendala oleh masalah sampah.
Ketua Pengelola Wisata Kano Baros, Ari Saputro, mengatakan sejak dibuka dan dengan fasilitas yang sederhana, wisata kano sangat diminati wisatawan.
“Hanya saja kendala kami itu ketika hujan pasti air di sungai meluap dan arusnya deras. Selain itu, masalah sampah juga jadi perhatian kami karena Baros ini ada di bagian bawah yang selalu dapat kiriman sampah dari utara,” kata Ari dihubungi pada Selasa, (27/12/2022).
Ari menjelaskan bahwa kano tersebut merupakan hibah dari Kanjeng Pangeran Haryo Yudanegara melalui Dana Keistimewaan (Danais). Ketika itu, mereka diberikan 10 kano, 11 dayung, 10 pelampung, 22 pasang sepatu, dan 10 helm.
Trek kano di kawasan itu, kata dia, ada dua yaitu, di Sungai Oya dan satu lagi kedua di Sungai Opak. Hanya saja untuk di Sungai Opak ada syarat umur yang harus dipenuhi karena dekat muara.
BACA JUGA: Peringatan Hari Relawan PMI, Relawan Menginspirasi Kerja-Kerja Kemanusiaan Di Seluruh Dunia
Kemudian, ada dua paket durasi yang dapat dipilih; untuk trek panjang kano dapat digunakan selama satu jam dengan biaya Rp50.000 dan dapat dokumentasi foto serta minum juga mi instan sementara trek pendek hanya setengah jam dengan biaya Rp25.000 dan akan mendapat foto dokumentasi gratis.
Dalam prosesnya, pengelola mulai membangun dermaga dan fasilitas lain dari keuntungan hasil penjualan jasa wisata kano. Sepanjang bulan Oktober, keuntungan yang didapat dari wisata kano tersebut mencapai Rp2 juta.
Setengah dari keuntungan tersebut dihabiskan untuk mendanai pembuatan fasilitas seperti dermaga. Selain itu, pengelola akan membuat MCK yang memang belum tersedia di sekitar area bermain kano.
“Banyak wisatawan yang mengatakan wisata kano tersebut terlalu murah. ‘Ini murah banget kalau harganya segini’ kata mereka seperti itu,” katanya.
Kendati mendapat saran agar menaikkan harga, Ari menjelaskan bahwa sasaran mereka adalah masyarakat menengah ke bawah. Dengan begitu masyarakat dengan perekonomian terbatas juga dapat menikmati wisata kano.
Ari menegaskan bahwa keselamatan wisatawan merupakan prioritas utama mereka. Karena itu lah, ketika ada wisatawan yang menggunakan kano, pengelola juga akan mengikuti dari belakang.
“Sekalian juga sembari mengikuti, kami memberi edukasi tentang jenis-jenis pohon yang mereka lewati sepanjang perjalanan. Selain itu, di beberapa titik samping sungai kan ada bangunan-bangunan bersejarah peninggalan Kolonial Belanda seperti benteng-benteng dan DAM. Nah, itu kami jelaskan ke mereka,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tiga bayi hasil evakuasi di Pakem, Sleman, jalani perawatan intensif di RSUD Sleman akibat kelainan jantung, hernia, dan jaundice. Simak penjelasan medis lengka
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.