Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Tim SAR Gabungan melanjutkan pencarian salah satu korban timbunan longsor di proyek perumahan di Kalurahan Wedomartani, Kapanewon Ngemplak, Senin (2/1/2023) malam/ist Basarnas Yogyakarta
Harianjogja.com, SLEMAN–Pencarian salah satu korban longsor yang belum ditemukan dilanjutkan hingga malam hari, Senin (2/1/2023). Regu pencari merupakan tim gabungan dari Basarnas DIY, BPBD Sleman dan Polda DIY.
Humas Basarnas DIY Pipit Eriyanto, menjelaskan Tim SAR Gabungan yang terlibat pencarian kurang-lebih ada 50 personil gabungan. Pencarian kembali dilanjutkan setelah istirahat magrib.
Karena kondisi tanah masih labil, pencarian masih menggunakan alat sederhana untuk menghindari risiko kecelakaan. "Untuk pencarian masih menggunakan alat manual seperti cangkul, linggis dan sekop," ujarnya.
BACA JUGA : Empat Pekerja Proyek Tertimbun Longsor, Satu Meninggal
Pada pencarian malam hari, SRU fokus di lokasi longsor yang diduga korban terakhir terlihat. Pencarian sudah dilakukan sejak sore hari dan menyisakan satu dari empat korban yang tertimbun longsor, Surya, 32, warga asal Klaten.
Dari ketiga korban yang ditemukan, dua orang berhasil selamat sementara satu orang meninggal. Ketiganya ditemukan di kedalaman dua meter pada pukul 16.05 WIB. Pasca penemuan mereka dibawa ke rumah sakit Hermina.
Pengawas Proyek, Sunardi, mengatakan longsoran terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Waktu itu para pekerja proyek tengah beristirahat. Beberapa pekerja beristirahat di pondasi talud dengan kedalaman 7 meter.
"Saya di atas, sudah saya peringatkan jangan mepet situ, naik saja. Tapi ada seorang yang sembrono itu diketuk-ketuk tanahnya itu, setelah itu langsung tanah turun longsor. Saya sudah teriak sekuat tenaga, sempat lari semua tapi ada yang empat yang enggak sampai," katanya.
BACA JUGA : Longsor dan Banjir Terjang Gunungkidul Pasca Hujan Rabu
Tanah yang longsor itu menurutnya merupakan galian untuk talud yang digunakan pada proyek perumahan. Talud tersebut ia akui memang riskan longsor. "Itu memang teksturnya pasir, memang riskan kena angin aja bisa goyang," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Sekolah mahal belum tentu menjamin kesuksesan anak. Riset terhadap keluarga pengusaha sukses menemukan lima karakter utama yang justru lebih menentukan masa dep
Bupati Temanggung Agus Setyawan mengajak warga mengawasi revitalisasi sekolah swakelola agar pembangunan sesuai kebutuhan.
Pemerintah mengalokasikan Rp820,9 triliun untuk pendidikan pada RAPBN 2027, termasuk PIP, KIP Kuliah, MBG, dan Sekolah Garuda.
Instagram resmi mengganti logo teks atau wordmark setelah 10 tahun. Desain baru menuai pro dan kontra karena banyak pengguna salah membaca tulisan Instagram men
Ledakan industri drama AI di China melahirkan bisnis baru berupa lisensi wajah manusia. Warga mendapat bayaran hingga Rp12 juta, namun risiko penyalahgunaan dat