BNI Gandeng Ratusan Pengembang di Danantara Housing Expo, Hadirkan Hunian Premium
BNI menggandeng ratusan pengembang dalam Danantara Housing Expo 2026 sebagai bagian dari dukungan terhadap Program Tiga Juta Rumah.
Ilustrasi TPR Parangtritis./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, BANTUL — Pemanfaatan sepenuhnya digital transaksi di sektor pariwisata Bantul, khususnya di kawasan pantai selatan, masih jauh dari harapan. Itulah sebabnya, Pemkab Bantul masih mengandalkan tiket fisik sebagai bukti masuk pengunjung ke objek wisata, tak terkecuali di kawasan pantai.
Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Kwintarto Heru Prabowo mengatakan bahwa pencetakan karcis masuk destinasi wisata masih diperlukan karena dari pengalaman tahun lalu belum banyak wisatawan yang menggunakan pembayaran melalui digital yang sudah disediakan, salah satunya melalui Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS).
Dia mencontohkan selama libur akhir tahun, wisatawan yang berkunjung ke pantai barat seperti Samas sampai Pandansimo dari 1.900 orang, yang menggunakan transaksi digital hanya 30 orang.
BACA JUGA: Membumikan QRIS, Mendorong Kemajuan dengan KUR
Menurut dia, wisatawan masih terbiasa dengan transaksi manual menggunakan karcis. “Kalau dipaksakan elektronik semua ada kendala juga,” katanya.
Padahal, kata dia, jika wisatawan sudah terbiasa dengan transaksi digital atau elektronik, maka ketika ada kenaikan tarif retribusi kapanpun pihaknya siap karena tinggal mengubah sistemnya. Namun, faktanya masih banyak wisatawan belum familiar dengan pembayaran elektronik.
“Sehingga sekarang masih berlaku karcis karena belum familiar [transaksi elektronik]. Segala sesuatu harus dipenuhi. Misal cetak karcis dulu sekarang iya kalau retribusi jadi naik kalau tidak kan jadi persoalan,” ujarnya. Karena itu pihaknya harus menunggu payung hukumnya minimal Perbup.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BNI menggandeng ratusan pengembang dalam Danantara Housing Expo 2026 sebagai bagian dari dukungan terhadap Program Tiga Juta Rumah.
Sebanyak 152 pendaki Gunung Sumbing berhasil turun dengan selamat saat karhutla belum padam. Polisi menutup jalur dan menyiapkan evakuasi.
DPRD Sleman mendorong UMKM Padukuhan Sedogan meningkatkan kualitas produk dan pemasaran untuk menangkap peluang ekonomi Exit Tol Banyurejo.
Dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, realisasi Program 3 Juta Rumah tercatat 324.213 unit. Pemerintah menggenjot FLPP, BSPS, dan KUR Perumahan.
Pemkab Gunungkidul mengkaji sterilisasi monyet ekor panjang untuk menekan populasi dan konflik dengan warga setelah program pemberian pakan dinilai kurang efekt
Polisi mengevakuasi enam aktivis Greenpeace Indonesia dari Monumen Selamat Datang di Bundaran HI. Seorang aktivis perempuan mendapat penanganan medis.