Serapan Pupuk Bersubsidi di DIY Tembus 90 Persen
Realisasi penebusan pupuk bersubsidi di DIY disebut mencapai 90% dari total alokasi tahun ini sebesar 75.049 ton.
Ilustrasi./Reuters
Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kabupaten Bantul memastikan tarif air bersih di Bantul masih menggunakan Peraturan Bupati Nomor 54 Tahun 2017. Sehingga tahun ini dipastikan belum ada kenaikan tarif air bersih yang dikelola oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) atau Perumdam Tirta Projotamansari.
Dalam Perda tersebut untuk jenis pelanggan sosial umum seperti rumah ibadah, kamar mandi/WC umum, dan hidran umum, tarif terendahnya yakni Rp2.400 per meter kubik. Sementara untuk keperluan rumah tangga, tarif terendah adalah rumah dengan ukuran kurang dari 36 meter persegi sebesar Rp3.000 per meter kubik
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyatakan belum berencana menaikkan tarif air bersih. Menurutnya, untuk menaikkan tarif air PDAM dibutuhkan berbagai macam pertimbangan, salah satunya tingkat pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bantul. “Sampai saat ini tarif air Perumdam Tirta Projotamansari Bantul masih menjadi yang terendah di Daerah Istimewa Yogyakarta ketimbang kabupaten dan kota yang lain,” katanya Kamis (5/1/2023).
Meski tidak ada kenaikan tarif air bersih tahun ini, Halim berharap PDAM Tirta Projotamansari segera berbenah dan meningkatkan kualitas serta kuantitas layanannya, karena ke depan akan ada tantangan sekaligus peluang yang besar seiring dengan masuknya investor di Bantul.
Ia mencontohkan, di Kapanewon Pajangan misalnya, akan segera dibangun kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga seluas lebih dari 100 hektare yang proyeksinya akan mendatangkan lebih dari 20.000 mahasiswa. Belum lagi proyek dari developer seperti perumahan dan sebagainya.
Direktur Perumdam Tirta Projotamansari, Arinto Hendro Budiantoro mengatakan meski tidak ada kenaikan tarif air bersih, namun pelayanan pada pelanggan tetap optimal. Saat ini pihaknya memiliki 15 unit pelayanan yang tersebar di 17 kapanewon dengan 22 titik air baku yang disalurkan.
Meski demikian ada juga kendala yang dihadapi PDAM Tirta Projotamansari, diantaranya wilayah geografis Bantul yang beragam dan biaya operasional yang cukup tinggi. “Kendala kebocoran yang masih cukup tinggi di angka 24,97% juga menjadi pekerjaan rumah bagi kami,” katanya.
BACA JUGA: Waduh....40.000-an Warga Jogja Menunggak Iuran BPJS Kesehatan, Totalnya Rp34 Miliar
Namun demikian, Arinto mengatakan ada kenaikan sambungan rumah yang cukup baik pada kurun waktu tiga tahun ini. Selain itu, berbagai prestasi pun juga berhasil ditorehkan. Pada 2022 lalu, PDAM Tirta Projotamansari mampu memberikan kontribusi fiskal dalam bentuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) lebih dari Rp742 juta.
“Secara penilaian kinerja maupun tingkat kesehatan, Perumdam Tirta Projotamansari juga berhasil mendapatkan penilaian yang baik dari kementerian dalam negeri,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Realisasi penebusan pupuk bersubsidi di DIY disebut mencapai 90% dari total alokasi tahun ini sebesar 75.049 ton.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Polres Kudus mengamankan lima pemuda yang membawa senjata tajam saat menggeruduk kompleks perumahan di Kecamatan Bae.
KAI Commuter menambah 4 perjalanan KRL Jogja-Palur selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 14–17 Mei 2026.
Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping di Beijing membahas Taiwan, AI, tarif dagang, hingga Selat Hormuz.
Semen Padang siap tampil maksimal melawan Persebaya Surabaya meski sudah dipastikan terdegradasi dari BRI Super League 2026.