PDAM Bantul Subsidi 2.000 Sambungan Air Bersih

Ilustrasi. - Reuters
14 November 2021 13:17 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Projotamansari Bantul akan mensubsidi pemasangan sambungan air bersih bagi 2.000 warga yang berpenghasilan rendah pada 2022 mendatang. Subsidi pemasangan sambungan air bersih bagi warga berpenghasilan rendah tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

Masyarakat yang berpenghasilan rendah dan mau memasang sambungan pipa air bersih dapat mendaftar dari sekarang, “Subsisi pemasangan sambungan rumah untuk air bersih ini cukup membantu warga karena hanya membayar Rp100.000. Sementara normalnya bisa sampai Rp1,1 juta untuk pemasangan sambungan baru,” kata Direktur PDAM Projotamansari Bantul, Arinto Hendro Budiantoro, Minggu (14/11/2021)

Arinto memaparkan sejumlah syarat mendapatkan subsidi penyambungan pipa air bersih bagi masyarakat berpenghasilan rendah tersebut di antaranya adalah daya listrik rumah di bawah 1.300 watt, bukan rumah mewah, rumah yang ditempati adalah rumah tinggal, sanggup membayar iuran bulanan, dan diutamakan yang dekat dengan jaringan pipa yang sudah terpasang atau eksisting.

BACA JUGA: Tak Ada Korban Jiwa dalam Kebakaran Kilang Pertamina di Cilacap

Namun bagi yang jauh dari sambungan pipa air bersih yang sudah terpasang bisa juga asalkan yang mendaftar lebih dari 10 rumah atau kelompok, sehingga PDAM nantinya akan memasang pipa, kemudian disambungkan ke rumah-rumah. Sementara pendaftaran bisa langsung melalui kantor PDAM Projotamansari di Jalan Wahidin Sudirohusodo Bantul atau bisa dilakukan secara kolektif melalui kalurahan.

Arinto berujar subsidi sambungan air bersih bagi masyarakat berpenghasilan rendah ini merupakan kepedulian PDAM Projotamansari, terlebih di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini. Tahun ini pihaknya juga sudah memberikan subsidi terhadap 2.000 warga, “Tahun ini subsidi juga kita berikan 2.000 sambungan. Sebagian ada yang sudah terpasang dan sebagian lagi masih dalam proses pemasangan,” ujar Arinto.

Total subsidi pemasangan sambungan air bersih bagi 2.000 warga setara Rp6 miliar yang diambilkan dari dana penyertaan modal PDAM. Ia berharap adanya subsidi pemasangan jaringan baru tersebut dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat. Dengan adanya tambahan pemasangan 2.000 sambungan air bersih maka total jumlah pelanggan air bersih PDAM Projotamansari mencapai sekitar 40.000 lebih. Sebagian pelanggan ada dari Sleman dan Gunungkidul di wilayah perbatasan.

Sejauh ini ketersediaan air bersih diakui Arinto tidak ada persoalan. Produksi air bersih PDAM Projotamansari mencapai 400 liter perdetik yang bersumber dari delapan titik pengambilan air seperti di kali Progo tiga titik, kali Oyo dua titik, dan kali Opak tiga titik. Jumlah produksi air tersebut belum termasuk suplai dari Sistem Pengolahan Air Minum (SPAM) Regional yang dikelola DIY sebanyak sekitar 60 liter per detik, yang dapat mencukupi sekitar 5.000 pelanggan.

Mantan Kepala Bagian Administrasi Pemerintahan dan Keuangan Setda Bantul ini, menambahkan untuk pendapatan asli daerah (PDAM) dari pelanggan dan penjulan air minum kemasan tahun ini bisa menyetor ke kas daerah sebesar Rp740 juta, melebihi target dari Rp400 juta. Sementara tahun depan target setor ke kas daera bisa sampai Rp600 juta.

Lebih lanjut Arinto mengatakan sejauh ini tidak ada kendala berarti suplai air bersih kepada pelanggan meski di tengah musim penghujan.