Terungkap! Istri Gorok Leher Suami di Bantul, Dipicu Chat Selingkuh
Kasus istri gorok leher suami di Bantul terungkap. Dipicu perselingkuhan dari chat WhatsApp, pelaku terancam 10 tahun penjara.
Foto ilustrasi permainan Lato-Lato. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Jogja mengaku belum mendapat keluhan dan laporan miring soal menjamurnya permainan anak lato-lato dan berdampak negatif pada proses belajar mengajar di sekolah. Larangan terhadap permainan itu untuk tidak dibawa ke sekolah dinilai belum diperlukan seperti yang dilakukan oleh beberapa daerah lain.
"Kalau saya gini saja, sekarang kan belum ada keluhan tentang mainan itu, nanti kalau ada keluhan tentu akan kita cermati dulu," kata Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Jogja Budi Asrori, Senin (9/1/2022).
BACA JUGA : Penjual Mainan Anak Ini Jadi Pahlawan Bagi Puluhan
Hiruk pikuk permainan tradisional ini sudah marak sejak beberapa waktu belakangan. Tidak hanya anak-anak, orang dewasa pun cukup banyak yang penasaran dengan permainan yang tren di era 1990 ini. Menurut Budi, pihaknya membebaskan murid sekolah untuk melakukan aktivitas yang positif asal sesuai dengan koridor masing-masing. Termasuk pula soal permainan lato-lato.
"Itu kan hanya mainan anak-anak ya terserah kepada yang bermain, tentu kalau ada keluhan akan kita tindak lanjuti," katanya.
Menurut Budi dikeluarkannya surat peringatan soal maraknya fenomena permainan itu juga tidak tepat lantaran sampai sekarang pihak sekolah belum ada keluhan. Aktivitas belajar mengajar juga masih berlangsung normal. Pihaknya mengaku akan berkomunikasi dengan sekolah dan juga komite untuk mengantisipasi insiden yang mungkin terjadi seandainya permainan itu mulai muncul di sejumlah sekolah.
BACA JUGA : Wisatawan Malioboro Diajak Mengenal Permainan
"Belum ada informasi terkait mainan itu di bawa atau tidak ke sekolah, memang menjamur sekarang dimana-mana tapi sampai sekarang belum ada aduan terkait fenomena itu di sekolah. Apalagi sampai mengganggu proses pembelajaran, nanti tentu akan kita cek lagi ke sekolah soal itu," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus istri gorok leher suami di Bantul terungkap. Dipicu perselingkuhan dari chat WhatsApp, pelaku terancam 10 tahun penjara.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 16 Mei 2026 dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, berangkat pagi hingga malam.
Libur panjang akhir pekan dorong wisata Sleman naik. Merapi, Kaliurang hingga Prambanan diprediksi jadi tujuan favorit.
Honda mencatat rugi pertama sejak IPO akibat EV. Kerugian capai Rp45,9 triliun, proyek Kanada ditunda, target EV diubah.
Gempa M6,3 guncang Jepang timur laut. Shinkansen dihentikan, Miyagi terdampak, namun PLTN Fukushima dilaporkan aman.
Perdagangan hewan kurban di Bantul naik jelang Iduladha 2026. Kambing paling diminati, omzet pedagang diprediksi melonjak.