Wabup Gunungkidul Joko Parwoto Absen di Hari Jadi, Ini Alasannya
Wabup Gunungkidul Joko Parwoto menjelaskan ketidakhadirannya dalam sejumlah agenda Hari Jadi ke-196 karena sakit gigi dan perlu penanganan dokter.
Ilustrasi./Istimewa
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL — Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul menemukan kasus antraks di Kapanewon Karangmojo. Meski ada temuan kasus, tetapi potensi penularan diklaim bisa dikendalikan.
Kepala Dinkes Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan temuan kasus antraks ini bermula adanya seorang warga yang periksa di Puskesmas 2 Karangmojo pada Desember 2022 lalu. Adapun keluhan yang dirasakan karena luka di bagian kulit. “Saat diperiksa masuk kategori suspek dan setelah dilakukan tes ternyata positif,” kata Dewi kepada wartawan, Selasa (10/1/2023).
Dewi menjelaskan, warga positif antraks ini aslinya warga dari Eromoko, Wonogiri. Kebetulan saat menderita gejala, dia tengah berkunjung ke rumah saudaranya di Kapanewon Karangmojo. “Hampir setiap pekan berkunjung. Sekarang sudah pulang ke Eromoko,” katanya.
Menurut dia, temuan tersebut sudah ditangani secara intensif. Dinkes Gunungkidul bersama Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gunungkidul melakukan upaya pencegahan ke keluarga pasien.
Adapun hasilnya tidak ada yang terdeteksi tertular penyakit ini. “Bisa terkendali meski ada kasus. Apalagi, antraks tidak menular antar manusia, sebab masuk kategori zoonosis. Yakni, penularan dari hewan ke manusia,” katanya.
Disinggung mengenai obat-obatan untuk penanganan, Dewi memastikan tidak ada masalah karena memiliki stok yang memadai. “Obat-obatan yang dibutuhkan dalam penanganan masih tersedia,” katanya.
BACA JUGA: 12 Warga Gunungkidul Dinyatakan Positif Antraks
Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gunungkidul, Retno Widiastuti mengaku sudah melakukan pemeriksaan terkait dengan kasus antraks di Kapanewon Karangmojo.
Diduga kuat kasus berasal dari luar daerah karena hingga sekarang tidak ditemukan ternak yang mati secara mendadak. “Sudah datang ke lokasi suspek dan hasilnya tidak ada laporan ternak mati mendadak,” katanya.
Menurut dia, kasus antraks bukan hal yang baru di Gunungkidul. Di awal tahun lalu ditemukan kasus ternak mati mendadak serta warga dinyatakan positif tertular antraks di Kapanewon Gedangsari dan Ponjong.
Retno memastikan hingga sekarang ada tiga kalurahan yang masuk program pengendalian antraks. Ketiga kalurahan ini meliput Hargomulyo, Kapanewon Gedangsari; Bejiharjo, Kapanewon Karangmojo dan Gombang di Kapanewon Ponjong. “Pengendalian masih terus berjalan dengan memberikan vaksin atraks selama sepuluh tahun ke depan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wabup Gunungkidul Joko Parwoto menjelaskan ketidakhadirannya dalam sejumlah agenda Hari Jadi ke-196 karena sakit gigi dan perlu penanganan dokter.
Totok Daryanto mengukuhkan hampir 1.000 relawan di Kulonprogo untuk menyerap aspirasi warga dan mengawal persoalan masyarakat hingga DPR RI.
Malioboro Coffee Night #6 digelar 29-31 Oktober 2026 dengan ribuan cangkir kopi gratis, Pasar Kopi Nusantara, dan ruang temu petani.
Dinsos Bantul menyiapkan pelibatan TNI-Polri dalam pendataan bansos melalui Perlinsos. Data yang telah diinput mencapai sekitar 4.500.
Sebanyak 53 korban Kapal Virgo belum ditemukan sejak tenggelam di Laut Jawa pada 13 September 2026. Perusahaan mengutamakan pencarian sebelum salvage.
Macan Tutul Jawa terekam kamera jebak di Cagar Alam Nusakambangan Barat. BKSDA memperkirakan populasinya di pulau itu sekitar 20 individu.