Dana Darurat Gunungkidul Rp8,6 Miliar Utuh, Baru Terpakai Rp459 Juta
Pemkab Gunungkidul menyiapkan dana darurat Rp8,64 miliar pada 2026. Hingga awal Juli, baru Rp459 juta digunakan untuk bencana dan kebutuhan mendesak.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL — Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul di tahun ini akan membangun Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) senilai Rp6 miliar. Rencananya fasilitas ini dibangun di kawasan kompleks kantor terpadu di Kalurahan Siraman.
Kepala Dinkes Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan pembangunan labkes akan dilaksankaan di tahun ini. Pembangunan sesuai dengan instruksi dari Pemerintah Pusat agar masing-masing daerah memiliki labkes.
Adapun di Gunungkidul, hingga sekarang belum memiliki fasilitas tersebut secara memadai. “Sebenarnya sudah ada lab, tapi gedungnya belum sesuai standar,” kata Dewi, Minggu (8/1/2023).
Oleh karena itu, sambung dia, pada 2022 lalu mengajukan anggaran melalui program Dana Alokasi Khusus (DAK). Usulan pun disetujui sehingga bisa terealiasi di tahun ini. “Anggarannya sekitar Rp6 miliar,” katanya.
BACA JUGA: Tak Kalah Canggih, Labkesda DIY Diminta Mampu Bersaing dengan Lab Swasta
Menurut Dewi, Labkesda rencananya dibangun di kompleks kantor terpadu milik Pemkab Gunungkidul di Kalurahan Siraman, Wonosari. “Sekarang masih proses dan mudah-mudahan semua berjalan dengan lancar,” katanya.
Sekretaris Daerah Gunungkidul, Sri Suhartanta mengatakan isu kesehatan menjadi salah satu program strategis yang dilaksanakan di 2023. Menurut dia, pemkab berkomitmen untuk terus berupaya meningkatkan kualitas dan mutu kesehatan kepada masyarakat.
Indikasi ini bisa dilihat dengan kepesertaan BPJS Kesehatan yang sudah mencapai Universal Health Coverage (UHC) sejak lama. Selain itu, sambung Sri Suhartanta, di 2023 juga sudah menyiapkan program strategis guna memperkuat layanan kesehatan.
Program kesehatan yang dipersiapkan di antaranya pemabangunan laboratorium kesehatan Gunungkidul di Kalurahan Siraman, Wonosari. Keberadaan lab ini diharapkan dapat memaksimalkan dalam upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit. “Tentunya juga bermanfaat dalam upaya penanganan 3T [testing, tracing, treatment] Covid-19,” katanya.
Sri Suhartanta menambahkan, peningkatan infrastruktur kesehatan tidak hanya membangun laboratorium kesehatan. Pasalnya, pemkab di tahun ini juga berencana membangun ruang rawat inap di RSUD Saptosari. “Program pembangunan ini sudah dituangkan dalam APBD 2023,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul menyiapkan dana darurat Rp8,64 miliar pada 2026. Hingga awal Juli, baru Rp459 juta digunakan untuk bencana dan kebutuhan mendesak.
Pemerintah susun Perpres perlindungan nakes usai kasus dr Icha, soroti intimidasi dan lemahnya sistem keamanan.
Usaha pigura di Sleman tertekan kenaikan harga kaca dan kayu, sementara penjualan turun hingga 50 persen akibat melemahnya daya beli.
Jadwal 16 besar Piala Dunia 2026: Kanada vs Maroko dan Paraguay vs Prancis, Minggu dini hari WIB. Simak jam tayang & siaran langsung.
Kasus dugaan penganiayaan di Daycare Jogja bertambah jadi 27 tersangka, dengan 103 anak korban. Polisi masih kembangkan penyidikan.
Bantul lanjutkan restorasi Gumuk Pasir Parangkusumo dengan penebangan vegetasi demi mengembalikan fungsi alami kawasan langka.