Demo Ojol Jogja Hari Ini, Berikut Ini Tuntutan Driver Online
Demo ojol Jogja hari ini berpotensi memicu kemacetan. Simak rute aksi damai dan enam tuntutan driver online di Jogja dan Sleman.
Para tenaga laboratorium saat mendapatkan penjelasan terkait spektrofotometri. /Ist.
Harianjogja.com, JOGJA--Spektrofotometer merupakan alat yang populer di dunia laboratorium farmasi. Seorang pekerja laboratorium farmasi atau laboran di sejumlah kampus tidak saja dituntut mampu mengoperasikan alat ini, namun juga harus memiliki bekal melakukan maintenance.
Secara umum spektrofotometer merupakan alat yang digunakan untuk mengukur absorbansi dengan cara melewatkan cahaya dengan panjang gelombang tertentu pada suatu objek kaca atau kuarsa yang disebut kuvet. Sebagian dari cahaya tersebut akan diserap dan sisanya akan dilewatkan.
Terkait pentingnya spektrofotometri UV-Vis ini, Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melatih semua staf laboratorium yang dimiliki untuk dapat melakukan perbaikan terhadap alat tersebut serta melakukan kalibrasi. Kegiatan ini melibatkan Laboratorium Penelitian dan Pengujian Terpadu (LPPT) UGM digelar di Hotel MM UGM.
Dosen MIPA UGM Ahmad Kusumaatmaja mengatakan spektrofotometri UV-Vis telah menjadi salah satu teknik spektroskopi absorpsi yang banyak dimanfaatkan. Hal ini karena relatif sederhana dan praktis digunakan dalam berbagai jenis analisis. Peralatan ini membantu dan memperlancar dalam analisis, kelengkapan fasilitas peralatan harus mampu memberikan manfaat besar bagi laboratorium untuk menghasilkan data yang valid.
Baca juga: Susi Pudjiastuti, Hary Tanoe dan Airlangga Bertemu Bahas Pemilu 2024
“Spektrofotometer ini interaksi antara radiasi dengan bahan [sampel] yang dimana mengamati interaksinya dengan radiasi gelombang elektromagnetik. Spektrofotometer secara kuantitatif untuk menentukan jumlah kandungan bahan pada sampel, sedangkan secara kualitatif untuk mengidentifikasi struktur kimia dari sampel,” katanya dalam rilis yang diterima, Selasa (24/8/2022).
Dosen Farmasi UAD Nina Salamah menambahkan selain teori, para staf laboratorium juga diberikan bekal perawatan dan kalibrasi alat spektrofotometer serta difasilitasi dengan praktik langsung. Mulai dari pembersihan alat dan pembaharuannya.
“Diberikan pemahaman misalnya dalam keadaan tidak dipakai alat harus ditutup dengan vinyl cover, alat dibersihkan dari debu setelah pemakaian dan bersihkan bagian lekukan dengan sikat pembersih lensa. Dilakukan renewing the desiccant untuk menjaga dari embun terhadap optik dan komponen elektronik sehingga tidak mengganggu performa alat maka silika gel harus dalam keadaan kering dan berwarna biru,” katanya.
Adapun dalam pengkalibrasian alat, dilakukan untuk menentukan hubungan antara nilai yang ditunjukkan oleh alat ukur dengan nilai yang direalisasikan oleh standar. Beberapa alat yang dicontohkan yaitu kalibrasi timbangan, kalibrasi mikrometer dan kalibrasi termometer.
“Melalui kegiatan ini harapannya dapat meningkatkan kemampuan para staf dalam menggunakan peralatan spektrofotometer UV-Vis yang lebih maju, menguji untuk kerja peralatan dan kalibrasinya,” katanya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Demo ojol Jogja hari ini berpotensi memicu kemacetan. Simak rute aksi damai dan enam tuntutan driver online di Jogja dan Sleman.
IHSG hari ini ditutup amblas 3,54% ke level 6.094,94. Investor panik merespons rencana aturan eksportir tunggal BUMN di bawah PT Danantara.
Kurs rupiah hari ini ditutup melemah ke Rp17.667 per dolar AS imbas sinyal kenaikan suku bunga The Fed dan penutupan Selat Hormuz akibat perang.
Polres Temanggung tangkap penimbun Pertalite berinisial SS di Parakan. Pelaku modifikasi tangki Hyundai Atos dan gunakan banyak barcode palsu.
Penjualan hewan kurban di Bantul jelang Iduladha tidak merata, sebagian naik tajam, sebagian turun meski harga meningkat.
Nilai Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) di Jawa Tengah pada 2025 mencapai 86,72 atau mengalami peningakatan 0,88 dibandingkan tahun sebelumnya.