Simulasi Bencana di Kepatihan Tingkatkan Kesiapsiagaan Penyelamatan
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Pekerjaan borepile dan box underpass (BUP) tol Jogja-Bawen di beberapa titik seperti di Kapanewon Mlati, Seyegan, Tempel, akhir pekan lalu./Istimewa
Harianjogja.com, SLEMAN — Pembangunan jalan tol yang melintasi daerah Sleman dinilai berdampak positif pada iklim investasi. Meski demikian, nyatanya proses pembangunan tol sejauh ini belum serta-merta menjadi alasan para investor lantas menyerbu sekitar lokasi tol.
Beberapa warga terdampak tol mengaku di daerahnya belum ada bisnis baru seperti perumahan atau pabrik. Warga Bokoharjo, Kapanewon Prambanan, yang terdampak tol Jogja-Solo, Yan Ari, mengatakan di daerahnya belum muncul perumahan baru. “Belum ada,” katanya, Rabu (11/1/2023).
Adanya rencana pembangunan jalan tol menurutnya malah berpengaruh pada naiknya harga tanah di sekitar situ, sehingga warga justru malah kesulitan mencari tanah pengganti.
“Warga terdampak tol mencari info tanah yang akan dijual harganya sudah pada naik mahal-mahal. Jadi dampak kenaikan harga tanah sekitaran bokoharjo sudah terasa,” ujarnya.
Warga lainnya, Suhindarto, mengatakan di daerah Nglarang, Kalurahan Tlogoadi, belum terlihat adanya perumahan baru semenjak adanya sosialisasi pembangunan tol hingga saat ini. “Tidak ada [perumahan baru],” katanya.
Adapun di Nglarang menurutnya memang sudah terdapat perumahan yang itu sudah ada sebelum mulainya rencana pembangunan tol Jogja-Solo, sehingga bukan pengaruh tol. “Itu perumahan jauh sebelum ada tol udah ada,” ungkapnya.
BACA JUGA: Protes! Dua Tahun Nasib Ganti Rugi Tol Tak Jelas, Warga Nglarang Pasang Spanduk
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Retno Susiati, menuturkan rencana pembangunan tol yang sebagian besar melewati wilayah Sleman memang tidak serta merta membuat investor menyerbu Sleman.
Meski demikian, adanya tol sedikit-banyak turut menarik minat investor. Hal ini terjadi karena tol akan mempermudah akses bisnis di Sleman dan sekitarnya. “Memang tidak secara langsung, tapi dengan adanya tol akan mempermudah investasi, sehingga beberapa investor mulai tertarik,” katanya.
Investasi itu pun menurutnya tidak serta merta di sekitar lokasi tol saja, tetapi cenderung merata di seluruh wilayah di Sleman. “Kalau bidangnya mungkin di bidang pariwisata, jual-beli, jasa, mungkin juga industri,” ungkapnya.
Walau tidak terpengaruh langsung oleh tol, nilai investasi di Sleman selalu melebihi target dan meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2022, realisasi nilai investasi di Sleman mencapai Rp658 miliar, atau sekitar 111% dari target, Rp590 miliar.
Pada 2023, dia menargetkan nilai investasi sebesar Rp630 miliar. Dia optimistis target ini dapat terlampaui. Jika tol sudah jadi, menurutnya akan semakin banyak investasi di Sleman. “Pasti, karena salah satu unsur penunjang kegiatan ekonomi kan kemudahan akses,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Portugal vs Spanyol di 16 besar Piala Dunia 2026. Oyarzabal percaya diri, cek prediksi skor dan susunan pemain.
Prabowo dan PM Singapura Lawrence Wong bertemu di Leaders’ Retreat 2026 Jakarta, bahas kerja sama strategis dan proyek bilateral.
Jokowi mulai safari politik ke sejumlah daerah usai Lampung. PSI jadi titik awal, partai lain ikut memberi respons.
Menpar dorong integrasi Pokdarwis dan koperasi untuk perkuat desa wisata, tingkatkan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Mendikdasmen ungkap skema kantin dalam program MBG masih dikaji, bantuan hanya untuk siswa yang membutuhkan.