Edukasi HIV di Keparakan Dorong Deteksi Dini dan Hapus Stigma
Kelurahan Keparakan menggelar penyuluhan HIV untuk mendorong deteksi dini, pencegahan, pengobatan ARV, serta menghapus stigma terhadap ODHIV.
Widiyono, salah seorang nelayan di Pantai Ngrenehan, Desa Kanigoro, Saptosari saat memeriksa jaring yang digunakan menangkap ikan di laut, Selasa (2/8/2022)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) DIY menyebut jumlah produksi perikanan di DIY belum dapat mencukupi kebutuhan konsumsi masyarakat.
Kepala DKP DIY Bayu Mukti Sasongko mengatakan kenaikan produksi ikan belum mengimbangi kenaikan kebutuhan ikan di DIY. “Kamimasih mendatangkan ikan dari luar [luar DIY]. Dalam satu tahun kemampuan produksi [ikan] sekitar 100.000 ton lebih sedikit, padahal kebutuhan sekitar 120.000 ton per tahun,” ucap Bayu, Rabu (11/1/2023).
Guna memenuhi kurangnya jumlah produksi ikan, DIY mendatangkan ikan budi daya dari Boyolali dan Tulungagung. Sementara, perikanan tangkap dipasok sebagian besar dari Semarang. Bayu mengatakan produksi perikanan budi daya di DIY sekitar 90.000 ton per tahun. Adapun produksi perikanan tangkap sekitar 6.000 ton per tahun.
BACA JUGA: Cerita Warga yang Sedih meski Mendapat Ganti Rugi Tol Jogja Solo Miliaran Rupiah
“Ikan yang banyak tersedia ikan budi daya. Konsumsi ikan DIY naik terus. Sampai saat ini sudah sekitar 27 kilogram per orang per tahun,” ucapnya.
Bayu mengatakan tahun ini produksi ikan budi daya ditargetkan dapat mencapai lebih dari 97.000 ton. Menurutnya, Kabupaten Sleman selama ini menyumbang paling banyak untuk jumlah produksi perikanan budi daya per tahunnya. “Sleman sekitar 55-57 persen dari jumlah pasokan ikan di DIY,” katanya.
Sementara, produksi perikanan tangkap tahun 2023 ditargetkan mencapai 7.000 ton.
Bayu menyampaikan produksi ikan budi daya dan ikan tangkap diupayakan terus meningkat dengan memanfaatkan teknologi. Ia mencontohkan beberapa teknologi yang digunakan antara lain bioflok dan sistem kincir angin. “Nanti tebar ikannya menjadi banyak sampai tiga kali lipat, sehingga dengan luasan [luas lahan untuk budi daya ikan] yang sama, produksinya bisa meningkat sampai tiga kali,” kata dia.
Selain itu, berbagai upaya juga dilakukan untuk meningkatkan jumlah produksi ikan tangkap, antara lain dengan meningkatkan sumber daya nelayan, menambah sarana, dan prasarana untuk menangkap ikan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kelurahan Keparakan menggelar penyuluhan HIV untuk mendorong deteksi dini, pencegahan, pengobatan ARV, serta menghapus stigma terhadap ODHIV.
Pemerintah targetkan 40.000 Kopdes Merah Putih beroperasi Oktober 2026 untuk dorong ekonomi desa dan distribusi bantuan.
Jadwal KRL Jogja–Solo Minggu 5 Juli 2026 lengkap dari Jogja hingga Palur. Tarif Rp8.000, cek jam keberangkatan terbaru.
Polda Lampung gagalkan peredaran 5 kg sabu dan ekstasi di Bakauheni. Empat tersangka diamankan, termasuk oknum aparat.
Pascal Wehrlein menang di Formula E Shanghai 2026. Kemenangan ke-10 musim ini, kukuhkan dominasi dan peluang juara dunia.
Dua bayi ditemukan di Solo dalam sehari, satu selamat di kereta, satu meninggal di selokan. Polisi lakukan penyelidikan.