Wisata DIY Maret 2026 Menguat, Kunjungan Wisnus Tembus 3,7 Juta
Pariwisata DIY Maret 2026 tumbuh positif. Wisnus mencapai 3,7 juta perjalanan dan kunjungan wisman melonjak 105,02 persen.
Ilustrasi. /Bisnis Indonesia- Paulus Tandi Bone
Harianjogja.com, SLEMAN - Bayang-bayang resesi masih menghantui berbagai sektor di tahun 2023 ini. Oleh karena itu Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman melakukan antisipasi agar ekspor tidak anjlok tahun ini meski dibayangi resesi.
Kepala Disperindag Sleman, Mae Rusmi Suryaningsih mengatakan Disperindag sudah menemui para pakar eksportir. Untuk memetakan model produk apa yang masih dibutuhkan konsumen.
"Masukan ini akan jadi konsen kami meningkatkan kinerja ekspor. Kami harus tahu di luar itu trennya lagi apa, modelnya sedang seperti apa," ucapnya, Minggu (15/1/2023).
BACA JUGA : Ekspor Produk dari Sleman Tembus Rp1,2 Miliar selama 2022
Melalui berbagai pameran yang dihadiri banyak pembeli, Disperindag juga coba melihat apa saja kebutuhan mereka. Sejauh ini permintaan ekspor dari Sleman adalah fashion, mebel, makanan minuman, anyaman, hingga alat kesehatan.
"Ya kalau terkait resesi itu memang ada sedikit pertimbangan-pertimbangan. Dengan keyakinan bahwa produk yang diekspor dari Kabupaten Sleman adalah berkualitas bagus."
Mae berharap resesi tidak akan berdampak jauh pada kinerja ekspor Sleman. Disperindag, kata Mae, punya beberapa program peningkatan kapasitas.
"Secara langsung juga dengan Bea Cukai, pemeran dengan mendatangkan buyer juga kami kirim," lanjutnya.
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengatakan Sleman punya banyak potensi, dan akan terus ditingkatkan. Rata-rata adalah fashion, industri kreatif, dan lainnya. Dia berharap kinerja ekspor Sleman bisa terus naik dari tahun ke tahun.
BACA JUGA : Kualitas UMKM di Sleman Didorong Penuhi Kapasitas Ekspor
"Nanti ke depan semua kita kurasi yang ada di Sleman karena dengan ada potensi ini mencari data berapa UMKM," kata Kustini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pariwisata DIY Maret 2026 tumbuh positif. Wisnus mencapai 3,7 juta perjalanan dan kunjungan wisman melonjak 105,02 persen.
Prabowo resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, soroti keadilan sosial dan nilai Pancasila dalam kasus buruh Indonesia.
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.
BPBD Bantul siapkan Rp20 juta untuk antisipasi El Nino. Potensi kekeringan dan kebakaran mulai dipetakan sejak dini.
Prabowo kunjungi Museum Marsinah Nganjuk, soroti sejarah buruh Indonesia dan perjuangan hak pekerja serta penghormatan pahlawan nasional.
BNNP DIY perkuat pencegahan narkoba dengan kearifan lokal dan sinergi masyarakat untuk wujudkan Yogyakarta bersih narkoba.