TPR Baron Gunungkidul Resmi Terapkan Pembayaran Full Cashless
TPR Baron Gunungkidul resmi menerapkan pembayaran full cashless. Sistem non tunai akan dievaluasi sebelum diterapkan di TPR lain.
Ibadah haji. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Sedikitnya 412 jemaah calon haji asal Gunungkidul akan berangkat ke Tanah Suci. Jumlah yang berangkat di tahun ini naik dua kali lipat dibandingkan dengan penyelenggaraan di 2022.
Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah, Kantor Kementerian Agama Gunungkidul, Taufik Ahmad Sholeh mengatakan, untuk penyelenggaraan haji di tahun ini sudah ada gambaran. Sesuai dengan instruksi dari kementerian Agama dipastikan kuota sudah kembali penuh atau sama seperti penyelenggaraan sebelum terjadinya pandemi.
Total kuota haji yang diberikan Pemerintah Arab Saudi untuk Indonesia sekitar 221.000. Hingga sekarang, kemenag juga masih berupaya meminta tambahan kuota sehingga calon jamaah yang berangkat bisa lebih banyak lagi.
“Dari kuota yang didapatkan, Gunungkidul mendapatkan jatah sebanyak 412 jamaah. Sedangkan tahun lalu hanya sekitar 184 orang,” kata Taufik kepada wartawan, Selasa (17/1/2023).
Dia menjelaskan, total kuota yang diberikan untuk Gunungkidul, sebanyak 218 orang merupakan jemaah calon haji yang telah melunasi biaya dan seharusnya berangkat di 2020. Adapun sisanya sebanyak 194 merupakan jemaah yang seharusnya berangkat di 2021 lalu.
Ia mengakui jamaah yang berangkat di tahun ini lebih banyak ketimbang penyelenggaraan di 2022. Hal tersebut dikarenakan penyelenggaraan di tahun lalu, baru sekitar 58% dari kuota normal.
“Sekarang sudah kembali normal. Jadi, jumlah yang berangkat tahun ini lebih banyak,” katanya.
Meski sudah ada kuota untuk calon jamaah yang akan diberangkatkan, Taufik mengakui masih menunggu regulasi terkait dengan penyelenggaraan haji dari Pemerintah Pusat. Pasalnya, hingga sekarang belum ada kepastian berkaitan dengan biaya penyelenggaraan ibadah haji.
“Kami masih menunggunya, tapi sudah banyak yang calaon jamaah yang menanyakan tentang biaya pelunasan untuk pemberangkatan,” katanya.
BACA JUGA: Bukan Hukuman Mati, Ferdy Sambo Dituntut Hukuman Penjara Seumur Hidup!
Kepala Kemenag Gunungkidul, Sya’ban Nuroni mengatakan, calon haji yang tertunda pemberangkatannya karena pandemi Covid-19 bisa berangkat di 2023. Selain itu, pemberangkata di tahun ini juga tidak ada pembatasan usia di bawah 65 tahun.
“Jadi sekarang sudah jatahnya berangkat, maka akan diberangkatkan. Kalau tahun lalu ada pembatasan maksimal 65 tahun,” katanya.
Untuk kelancaran penyelenggaraan haji di tahun ini, Kemenag Gunungkidul mulai melakukan berbagai persiapan. Salah satunya dengan membuka pendaftaran bagi calon pendamping para jamaah selama beribadah di Tanah Suci.
“Nantinya juga ada persiapan bagi para calon jamaah,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
TPR Baron Gunungkidul resmi menerapkan pembayaran full cashless. Sistem non tunai akan dievaluasi sebelum diterapkan di TPR lain.
PSIS Semarang resmi menunjuk Widodo C Putro sebagai pelatih anyar untuk memburu target promosi ke Liga 1 musim 2026/27.
BPBD Gunungkidul belum menetapkan siaga darurat kekeringan meski musim kemarau 2026 sudah dimulai sejak akhir April.
BNPB melaporkan banjir melanda Sulawesi Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat akibat hujan deras, ribuan rumah terendam.
KPK mendalami dugaan aliran uang kepada Bupati Tulungagung nonaktif Gatut Sunu Wibowo lewat pemeriksaan sembilan saksi.
Anwar Ibrahim mendesak Israel segera membebaskan aktivis Global Sumud Flotilla yang ditahan saat membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza.