Jogja Jadi Awal Riset Psoriasis, Targetkan Terapi Lebih Efektif
Riset metabolit psoriasis kulit kepala dimulai di Jogja. Paragon dan Corpora Science menargetkan terapi yang lebih efektif bagi pasien Indonesia.
Ibadah haji. /REUTERS-Ammar Awad
Harianjogja.com, JOGJA– Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Jogja memproyeksikan kuota haji di wilayahnya mencapai 410 jemaah calon haji pada 2023. Jumlah ini naik signifikan dibandingkan tahun lalu dengan sebanyak 156 jemaah. Jemaah yang diprioritaskan berangkat pada tahun ini merupakan mereka yang pada tahun sebelumnya tertunda lantaran pembatasan kuota yakni sebanyak 158 orang.
"Kalau informasi resminya belum keluar untuk kuota pasti, nanti kan dari pusat ploting ke provinsi baru ke kabupaten kota. Jogja itu mudah-mudahan tercapai dengan estimasi 410 jemaah. Tahun lalu hanya 156 kuota dari daftar tunda 2020 sekitar 318 orang," kata Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kota Jogja Muhammad Tahrir, Jumat (13/1/2023).
Kebijakan keberangkatan haji pada tahun ini juga tidak ada pembatasan terkait dengan umur. Pihaknya juga menyediakan kuota cadangan sebanyak satu persen kepada jemaah lanjut usia. Nantinya kuota ini akan mengisi kekosongan pada kuota prioritas yang masih lowong bersamaan dengan kuota gabungan. "Kepada pengisi kuota cadangan kita sudah imbau agar terus pantau informasi dan perkembangan terbaru," lanjutnya.
Menurut Tahrir, sekarang tahapan keberangkatan haji yang berlangsung yakni perekrutan petugas yang nantinya ikut serta dalam mengawal para jemaah. Total ada tiga petugas yang disiapkan untuk Kota Jogja. Selanjutnya pihaknya juga akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait agar proses tahapan dalam ibadah haji 2023 berjalan dengan optimal.
"Kita juga sudah koordinasi dengan imigrasi untuk persiapan dokumen perjalanan ibadah jemaah 2023. Kita sudah inventarisir paspor maupun yang pengajuan baru calon jemaah dalam jangkauan tahun ini berangkat," katanya.
BACA JUGA: Terjepit Pintu Mobil, Eks Bupati Gunungkidul Badingah Terpaksa Dioperasi
Tahrir menambahkan, untuk saat ini syarat perjalanan haji disebutnya masih memberlakukan kewajiban vaksinasi dosis 1 dan 2 kepada para jemaah. Sertifikat vaksin nantinya diperlukan untuk pengurusan visa jemaah yang akan berangkat haji. "Kita akan pantau terus sambil menunggu petunjuk teknis dan semoga di akhir keberangkatan ada tambahan kuota seperti 2019 lalu," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Riset metabolit psoriasis kulit kepala dimulai di Jogja. Paragon dan Corpora Science menargetkan terapi yang lebih efektif bagi pasien Indonesia.
Harga telur anjlok di bawah Rp20.000/kg, peternak Jogja rugi hingga Rp6.000/kg dan membagikan lebih dari 1.000 ayam gratis.
Kemnaker mencatat 43.805 pekerja terkena PHK sepanjang Januari-Juli 2026. Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah PHK tertinggi
DLH Kota Jogja memeriksa air sumur warga sekitar pabrik kulit PT Sinar Obor. Hasil pemeriksaan diperkirakan keluar dalam tujuh hari.
Kanwil Ditjen Imigrasi DIY membuka layanan Pasporia di Alun-Alun Wates. Layanan paspor di ruang publik ini akan diperluas ke Bantul dan Kulon Progo.
Kemenag segera menyalurkan BOS Madrasah dan BOP RA Tahap II 2026 senilai Rp4,1 triliun untuk 83 ribu lembaga pendidikan.