Nenek yang Lapar Dihakimi Massa karena Curi Kue di Pasar Niten, Begini Penjelasan Polres Bantul
Seorang nenek yang lapar dihakimi massa dan dipukuli setelah mencuri kue dari salah satu pedagang di Pasar Niten, Bantul, Sabtu (26/8/2023).
Suasana TPR Parangtritis./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, Bantul – Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul akan menggelar Penilaian Lomba Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) pada Kamis (19/1/2023). Ada tiga pokdarwis akan dinilai kelayakannya dalam mengelola wisata.
Ketiga Pokdarwis tersebut terdiri dari yakni Pokdarwis Pleret Maju (Pleret), Pokdarwis Sapta Langit (Mangunan), dan Pokdarwis Gadingsari (Srigading).
Subkoordinatror Kelompok Subtansi Promosi Kepariwisataan, MarkusPurnomo Adi menyampaikan pada 2023 ada lima Pokdarwis yang sedianya mengikuti perlombaan tersebut, tetapi hanya tiga Pokdarwis yang menyanggupi.
“Berbagai aktivitas pariwisata di kelurahan harus ada Pokdarwisnya, selain lebih aman juga legalitasnya terjamin,” kata Markus pada Senin (17/1/2023) saat dihubungi melalui telepon.
BACA JUGA: Bantul Siapkan Agenda Wisata Besar Tahun Ini, Berikut Daftarnya
Dirinya menyampaikan bahwa Pokdarwis sebagai motivator dan pengarah dalam menjalankan aktivitas pariwisata. Menurut Markus, dengan adanya Pokdarwis, berbagai urusan terkait kebutuhan pengelolaan dan pengembangan pariwisata menjadi lebih mudah. “Misalnya mereka butuh modal, nah itu nanti pasti ditanya legalitasnya baik dari Kabupaten maupun Dispar DIY,” ujar Markus
Markus menyampaikan bahwa pihaknya tidak akan memberikan rekomendasi dalam pengembangan Desa Wisata yang belum memiliki Pokdarwis kara secara legal formal masih belum memenuhi syarat.
Dirinya berharap dengan diadakannya Penilaian Lomba Pokdarwis tersebut dapat memunculkan pokdarwis lain dalam upaya mengembangkan pariwisata berbasis desa. “Kalau ada pengelolaan yang kurang pas, pokdarwis boleh mengingatkan,” kata Markus.
Dispar Bantul juga giat menjalin hubungan dengan setiap Kelurahan yang belum memiliki Pokdarwis di masing-masing wilayah sebagai langkah awal untuk melegalkan seluruh aktivitas wisata.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang nenek yang lapar dihakimi massa dan dipukuli setelah mencuri kue dari salah satu pedagang di Pasar Niten, Bantul, Sabtu (26/8/2023).
Pengadaan TKD pengganti YIA di Palihan dan Glagah masih stagnan. Warga khawatir dana ganti rugi hangus jika tak segera direalisasikan.
Penelitian terbaru menunjukkan AI mampu memperpanjang usia baterai mobil listrik hingga 23 persen tanpa memperlambat pengisian daya.
Penyandang disabilitas saat ini telah menjadi bagian dari kelompok masyarakat yang memainkan peran yang sama pentingnya dengan masyarakat umum dalam sektor
Libur panjang Kenaikan Yesus Kristus mendongkrak kunjungan wisata Gunungkidul hingga 145 ribu orang dengan PAD mencapai Rp1,7 miliar.
Menyapa konsumen setia Honda, Astra Motor Yogyakarta kembali hadir dengan Honda Premium Matic Day (HPMD)