Sleman Usulkan Rp387 Miliar untuk Program Dalane Alus pada 2027
Pemkab Sleman mengusulkan Rp387 miliar pada 2027 untuk melanjutkan Dalane Alus, dengan prioritas jalan pendukung ketahanan pangan dan pariwisata.
Foto Ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO—Tren total kasus Covid-19 di Kulonprogo mengalami penurunan. Kendati demikian, kasus Covid-19 masih terus muncul dan persentasenya naik pada kalangan lansia.
Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kabupaten Kulon Progo, Baning Rahayujati menerangakan pada tahun 2023, kasus Covid-19 di Kulonprogo tidak meningkat secara signifikan. Polanya bahkan disebut Baning sangat rendah.
"Polanya sangat rendah, tapi tren polanya masih sama. Polanya naik, tetapi naiknya sangat kecil. Kalau dulu naiknya bisa tinggi sekali. Tapi ada kenaikan," terangnya dikutip pada Rabu (25/1/2023).
BACA JUGA : 21 Siswa di Kulonprogo Positif Covid-19, Sultan
Ditilik dari persentasenya, kasus Covid-19 pada 2023 mayoritas muncul dari kategori usia 25-60 tahun. Adapun kategori lansia, persentase kasus mengalami kenaikan.
"Pada lansia itu mengambil porsi yang kasus 2023 saja itu sebanyak 30,4 persen dibandingkan dengan kasus-kasus sebelumnya. Pada 2022 itu di lansia hanya ada 15,3 persen," ungkapnya.
Merujuk angka tersebut Baning menyebutkan ada peningkatan dua kali lipat kasus Covid-19 pada kategori lansia. Padahal capaian ini baru akumulasi kasus di Januari.
"Kalau untuk yang usia produktif 25-60 itu relatif hampir sama. Total di 2022 dan sebelumnya itu sekitar 50 persen sekarang 43,5 persen. Jadi masih relatif stabil," jelasnya.
BACA JUGA : Update Covid-19 DIY: Kasus Positif Bertambah 849
Penemuan kasus Covid-19 di 2023 ini paling banyak karena suspek, dalam arti pasien tersebut mengalami gejala kemudian datang ke fasyankes, menjalani pemeriksaan dan hasilnya positif. Covid-19 yang muncul dari kasus suspek semacam ini sebanyak 56,5 persen. "Sedangkan yang dari kontak erat itu sebanyak 34,8 persen. Yang dari screening ini semakin sedikit hanya 8,7 persen," terangnya.
"Kalau dilihat kasusnya 56,5 persen, kontak eratnya 34,8 persen. Artinya kan harusnya satu-satu ini, jadi memang banyak yang tidak mau diperiksa saat di-tracing. Jadi kan yang di-tracing ini kan hanya separuh saja. Mereka cenderung tidak mau di-tracing apalagi diperiksa," lanjutnya.
Bila asumsi ada 100 kasus, dengan tracing per bandingan tracing satu banding empat atau satu banding lima harusnya angka yang diperoleh bisa melebihi dari suspek. Di sisi lain di tahun 2023, baru ditemukan satu kasus Covid-19 yang berujung meninggal dunia.
Libur Natal tahun 2022 dan Tahun Baru 2023 yang diprediksi bakal mengalami kenaikan kasus pun tak terjadi kemarin. Tidak adanya cuti bersama disinyalir Baning membuat pergerakan masyarakat saat libur Nataru tak semasif tahun sebelumnya. "Yang pulang itu juga tidak banyak, karena tidak ada cuti bersama. Sehingga memang pemudiknya enggak banyak," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman mengusulkan Rp387 miliar pada 2027 untuk melanjutkan Dalane Alus, dengan prioritas jalan pendukung ketahanan pangan dan pariwisata.
GIFTS 2026 UGM menghasilkan 51 dokumen kerja sama dan mempertemukan 79 startup terkurasi dengan 30 calon investor.
Bupati Gunungkidul meminta destinasi wisata yang sepi dievaluasi, mulai dari Embung Sriten hingga pantai dan gua, sesuai potensi kawasan.
PEVS 2026 berlangsung 29 Oktober–1 November di JIExpo Kemayoran dengan 38 peserta, termasuk merek mobil dan motor listrik.
Bakom RI membuka ruang kritik terhadap program MBG. Pemerintah menguji konsep prasmanan di 66 SPPG di 10 provinsi untuk memperbaiki layanan.
BPOB mendampingi pelaku usaha desa penyangga Borobudur memperkuat identitas produk, storytelling, branding, dan pemasaran digital.