Hasil Pertanian Wadas Menurun, Project Multatuli Soroti Dampaknya
Hasil pertanian Wadas menurun sejak penambangan Bendungan Bener. Project Multatuli menilai perubahan lingkungan turut mengubah pola hidup warga
Salah satu rumah warga Sendangsari yang tertimpa talut ambrol, Rabu (25/1/2023)./Istimewa-BPBD Bantul
Harianjogja.com, BANTUL — Dalam sehari, per 25 Januari 2023, tercatat ada empat kejadian kebencanaan terjadi di Kabupaten Bantul.
Komandan TRC BPBD Bantul, Sulistiyana mengatakan bahwa ada empat kejadian kebencanaan dalam waktu satu hari per tanggal 25 Januari 2023.
"Kejadian pertama adalah ambrolnya talut milik warga Kalurahan Triharjo, Pandak dan mengenai tembok kamar mandi serta atap dapur tetangganya," kata Sulistiyana, pada Kamis (26/1/2023).
Kejadian tersebut terjadi pukul 22.30 WIB. Penyebabnya adalah hujan deras yang membuat air masuk ke dalam rongga-ronggga talut, sehingga talut tersebut tidak dapat menahan beban.
Akibatnya, talut yang ambrol tersebut membuat tembok kamar mandi dan atap dapur milik Tri Untoro jebol. Apabila puing-puing tersebut tidak segera diatasi, maka akan sulit untuk mencegah air agar tidak masuk ke dalam rumah.
BACA JUGA: Kurangi Risiko Bencana, Ribuan Pohon Ditanam di Pinggir Sungai Progo
Talut tersebut memiliki tinggi 5 meter dan panjang 8 meter. Sementara dapur milik Tri memiliki ketinggian 3 meter dan lebar 9 meter. Selain itu, kerusakan terjadi pada kamar mandi dengan ukuran tinggi 1 meter dan lebar 1 meter. Estimasi kerusakan mencapai sekitar Rp10 juta.
Di lokasi lainnya, di Dusun Benyo, Kalurahan Sendangsari, Pajangan, Bantul, talut dengan tinggi 3 meter dan panjang 6 meter ambrol, sehingga menutupi saluran irigasi.
"Ancamannya, rumah warga bernama Siti Nur Hendah terancam ambrol. Soalnya, jarak dengan rumah Siti dengan titik lokasi longsor hanya sekitar 1 meter," katanya.
Tak hanya itu, di Kalurahan Sendangsari, tepatnya rumah Pak Mujiharjo juga terancam terkena longsoran apabila tebing di dekat rumahnya ambrol.
"Alasannya masih sama, karena hujan deras yang menyebabkan air masuk ke dalam rongga tebing dekat rumah Pak Mujiharjo. Sebagian tebing ambrol dengan ukuran tebing yang ambrol memiliki tinggi 4 meter dan panjang 5 meter," ucapnya.
Peristiwa lainnya, di Dusun Nogosari, Kalurahan Selopamioro, Imogiri, Bantul, hujan deras dan aliran sungai yang tidak lancar menyebabkan tanah longsor. Longsoran tersebut menyebabkan akses jalan desa dan aliran sungai desa tertutup. "Bahkan, air hujan dan air sungai irigasi lantas meluap ke lima rumah warga," lanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hasil pertanian Wadas menurun sejak penambangan Bendungan Bener. Project Multatuli menilai perubahan lingkungan turut mengubah pola hidup warga
Progres Tol Jogja-Solo Seksi 2.2 mencapai 86%. Pengerjaan kini memasuki tahap pengecoran rigid pavement di atas ring road utara Sleman.
Rupiah ditutup melemah ke Rp17.995 per dolar AS. Pasar menanti data cadangan devisa dan mencermati sentimen global serta Fitch Ratings.
Agrinas Palma Nusantara membuka lebih dari 20.000 lowongan kerja hingga Agustus 2026 untuk mendukung pengelolaan kebun sawit sitaan negara.
Nadiem Makarim melalui tim kuasa hukumnya melaporkan empat hakim PN Tipikor Jakarta Pusat ke Komisi Yudisial terkait dugaan pelanggaran etik.
Kalijawi membuktikan tabungan Rp2.000 per hari mampu mendorong renovasi rumah, memperkuat ekonomi warga, dan menata kampung di Jogja.