Musim Hujan Mundur Akibat El Nino, Pakar UGM Imbau Penyesuaian Kalender Tanam
Musim hujan diperkirakan mundur akibat El Nino. Pakar UGM meminta petani menyesuaikan kalender tanam dan memperkuat diversifikasi pangan.
Ilustrasi./Harian Jogja
Harianjogja.com, KULONPROGO — Kulonprogo terus menggenjot persiapan sejumlah destinasi dan potensi wisata untuk dipromosikan kepada para delegasi ASEAN Tourism Forum (ATF) 2023.
Sebagai pintu pendaratan para delegasi, Kulonprogo juga menyiapkan sejumlah destinasi dan potensi yang bakal dipromosikan kepada para sebagai ATF.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kulonprogo, Joko Mursito mengatakan kesiapan Kulonprogo dalam gelaran ATF 2023 yang tinggal menghitung hari. Kesiapan ini dilakukan mulai dari penerimaan para tamu undangan ATF di YIA hingga sesi tur berkeliling di Kulonprogo.
"Kulonprogo siap menerima di bandara, kami siap menjemput di bandara. Kemudian kami juga punya beberapa atraksi yang akan kami tampilkan di JEC dan di Prambanan," kata dia, Kamis (26/1/2023).
Pada 6 Februari 2023, kata Joko, para rombongan delegasi ATF akan menikmati langsung sejumlah destinasi wisata di Kulonprogo. Setidaknya ada 20-30 delegasi ATF yang kebagian vakansi di kawasan Kulonprogo.
"Kami kejatah 20-30 wisatawan dari luar negeri dan luar Jogja yang nanti akan bersama-sama ke Kulonprogo. Ini yang sudah kami siapkan," ujar dia.
BACA JUGA: Tinggal Sepekan, GKR Bendara Pastikan Kesiapan Venue ATF Capai 95 Persen
Rencananya puluhan wisatawan akan diajak berwisata ke sejumlah destinasi. Pada hari pertama, para delegasi akan berkunjung ke Gua Kiskendo untuk menyaksikan pertunjukan sendra tari Sugriwa Subali. Setelah itu mereka akan diajak mengunjungi langsung Kopi Sulingan sekaligus melihat konservasi burung.
"Terus kita ke Purwodadi ke kebun teh, terus makan siangnya di Desa Wisata Widosari di sawah Ngargosari itu. Kemudian kami mampir ke Rajendra Farm. Setelah itu ke hotel," ujarnya.
Pada hari kedua, puluhan turis ATF akan diajak bersepeda atau gowes Wisata Desa Wisata. Saat gowes ini lah para turis bisa melihat langsung aktivitas masyarakat Kulonprogo. "Malamnya baru kami ada dinner, ada pergelaran seni budaya dan ada ramah tamah," ucap dia.
Terkait dengan rincian delegasi mana saja yang akan mendapat kesempatan berwisata Kulonprogo, Joko belum mendapat detailnya. Namun, kata Joko, saat audiensi beberapa waktu lalu Pj. Bupati Kulonprogo berharap ada delegasi dari Rusia. "Sejauh ini kami masih baru menunggu EO, kami akan diberi jatah yang mana, tetapi kota sempat request," ujar dia.
"Harapannya memang tidak hanya dari luar negeri tetapi dari Kalimantan atau Sumatra ada yang datang," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Musim hujan diperkirakan mundur akibat El Nino. Pakar UGM meminta petani menyesuaikan kalender tanam dan memperkuat diversifikasi pangan.
PSIM Jogja menilai Grup E League Cup 2026/2027 relatif bersahabat dan diuntungkan karena tak perlu menjalani laga tandang di luar DIY.
Harga iPhone 15 dan 16 turun hingga Rp1,5 juta setelah iPhone 18 rilis. Simak daftar harga iPhone 15, 16, 17 dan 18 terbaru.
Komjak menilai konsep kekayaan tak wajar dan harta tak terjelaskan perlu diperjelas dalam RUU Perampasan Aset.
Nusron Wahid absen dari pemeriksaan KPK sebagai saksi kasus ATR/BPN. Ketua KPK Setyo Budiyanto menyoroti alasan agenda internal kementerian.
Kasus ISPA di Bantul mencapai 11.883 kasus pada April 2026 sebelum turun pada Juli dan Agustus, menurut data Dinkes Bantul.