Nenek yang Lapar Dihakimi Massa karena Curi Kue di Pasar Niten, Begini Penjelasan Polres Bantul
Seorang nenek yang lapar dihakimi massa dan dipukuli setelah mencuri kue dari salah satu pedagang di Pasar Niten, Bantul, Sabtu (26/8/2023).
Logo Halal - Ist
Harianjogja.com, BANTUL— Program Gratis Sertifikasi Halal Sehati di Kapanewon Bantul diklaim sudah mencapai 80%. Kantor Urusan Agama (KUA) Kapanewon Bantul gencar melakukan pendaftaram kepada Usaha Kecil Menengah (UKM) untuk melakukan pendampingan.
Penyuluh Agama Islam Fungsional (PAIF) Kecamatan Bantul, Joko Sugiarto menyampaikan saat ini pihaknya masih dalam proses pendataan UKM untuk bisa mendapatkan sertifikat. “Kami mendatangi UKM secara langsung, akan kami daftarkan dan kami sosialisasikan supaya punya sertifikat halal,” kata Joko, Jumat (3/2/2023).
Program Sehati, menurut joko, mulai gencar dilaksanakan sejak 2021 sampai 2022. Dia menyampaikan UKM se-Kapanewon Bantul yang sudah terdaftar akan dimasukkan ke dalam grup Whatsapp sehingga memudahkan KUA dalam melakukan komunikasi.
KUA sebagai instansi juga mendapatkan banyak manfaat dengan memberdayakan umkm yang telah dibina untuk meramaikan setiap kegiatan yang diselenggarakan. Dia pengin setiap orang dapat merasakan manfaat dari program ini. "Tidak ada pembedaan bagi pelayanan bagi mereka yang beragama Islam, Kristen, maupun yang lainnya," kata dia.
BACA JUGA: Tiga Produk yang Wajib Punya Sertifikat Halal Tahun Depan
Joko menyebut jika masyarakat banyak yang ingin mendaftarkan produknya untuk bersertifikat halal. “Mereka merasa diuntungkan dengan program tersebut, mereka terbantu karena KUA juga ikut mempromosikan produk mereka,” ujar Joko.
Menurutnya, KUA tidak hanya fokus pada urusan keagamaan namun juga dalam bentuk banyak urusan publik, termasuk memberdayakan UKM.
Meski begitu, dia tidak memungkiri bahwa tanpa adanya label halal akan menjadi stigma berbeda bagi masyarakat yang khawatir akan kehalalan produk. "Memang ada sebagian masyarakat masih ragu membeli produk tanpa label halal meskipun kondisi aslinya tidak seperti yang dipikirkan," kata dia.
Meskipun saat ini program Sehati digratiskan, dia mengatakan adanya kemungkinan program tersebut tidak berbayar lagi. “Walau tidak gratis ya monggo lah, karena ini tidak hanya satu dua tiga bulan, tetapi seterusnya,” kata Joko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang nenek yang lapar dihakimi massa dan dipukuli setelah mencuri kue dari salah satu pedagang di Pasar Niten, Bantul, Sabtu (26/8/2023).
Polri menegaskan kesiapan operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang akan diresmikan secara serentak oleh Presiden Prabowo Subianto.
Forum Anak Daerah (FAD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sukses menggelar hari pertama dari rangkaian kegiatan "Temu Hati #17" di Ruang Nyi Ageng Serang
Dinkes Sleman ungkap keracunan Toragan akibat Salmonella dari makanan hajatan, seluruh pasien kini telah pulih.
Prabowo resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, soroti keadilan sosial dan nilai Pancasila dalam kasus buruh Indonesia.
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.