Pembukaan Cupu Panjala, Muncul 34 Gambar, Ada Semar hingga Pulau Sulawesi
Sebanyak 34 gambaran muncul saat Cupu Panjala dibuka di Gunungkidul. Simak rincian gambar dan pesan lurah serta Bupati Gunungkidul.
Ilustrasi leptospirosis,/JIBI
Harianjogja.com, Gungunkidul – Kasus leptosirosis kembali terdeteksi di wilayah Gunungkidul. Total hingga Selasa (7/2/2023) ada empat warga yang dinyatakan terjangkit leptospirosis.
Kepala Dinas Kesahatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, pada saat musim hujan penyebaran penyakit leptospirosis ada potensi kenaikan.
Meski demikian, hingga memasuki bulan kedua di 2023 atau melewati puncak musim hujan di Januari, jumlah penularan masih relatif terkendali.
“Di awal tahun ini ada empat warga yang dinyatakan menderita leptospirosis. Kami bersyukur keempatnya bisa disembuhkan sehingga belum ada yang ditemukan meninggal dunia,” kata Dewi, Selasa siang.
Dia tetap meminta kepada masyarakat untuk mewaspadai potensi penularan yang banyak disebabkan karena paparan air kecing tikus.
Menurut dia, penularan terjadi melalui kuman yang masuk lewat luka di tubuh. Gejala paling umum saat tertular yakni panas, bisa muncul rasa sakit di badan, mual muntah dan lain-lain, tergantung daya tahan tubuh.
“Bisa menyebabkan kematian karena yang diserang bagian ginjal,” kata dia.
Dewi mencatat sepanjang 2022 ada 31 kasus leptospirosis, empat korban di antaranya meninggal dunia. Jumlah temuan ini merupakan yang tertinggi sejak kurun waktu 2018-2021.
“Untuk kasus tertinggi terjadi pada 2017 dengan 64 kasus serta 16 orang meninggal dunia,” katanya.
Ditambahkan dia, pencegahan terhadap penyebaran leptospirosis dapat dilakukan dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Selain itu, pada saat beraktivitas di sawah atau ladang diminta memakai alat pelindung diri.
“Ya untuk pencegahan pake APD kalo bekerja misal sepatu boot baju lengan panjang sarung tangan dan lain lain,” kata dia.
Dewi berharap kepada warga yang mengalami gejala sakit segera memeriksakan diri ke layanan kesehatan terdekat. Hal ini dibutuhkan untuk mengurangi risiko fatalitas dari penyakit yang diderita.
“Kalau bergejala, bisa langsung mengakses layanan kesehatan terdekat untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan,” ucapnya.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengingatkan kepada masyarakat untuk terus menjaga kondisi kesehatan. Cara ini bisa dilakukan dengan menerapkan pola hidup bersih sehat dan makan makanan yang bergizi.
Selain itu, juga diminta sering berolahraga untuk menjaga daya tahan tubuh sehingga tidak mudah terserang penyakit.
“Olahraga tidak harus yang berat-berat karena dengan jalan, senam, sepeda juga bisa. Yang terpenting rutin dan konsisten karena dengan kesehatan maka aktivitas akan lebih mudah dan hasilnya juga optimal,” katanya.
Kasus leptospirosis di Gunungkidul
Tahun kasus kematian
2017 64 16
2018 16 1
2019 9 2
2020 6 1
2021 17 4
2022 31 4
2023* 4 -
*) data sampai 7 Februari 2023
Sumber: Dinas Kesehatan Gunungkidul
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 34 gambaran muncul saat Cupu Panjala dibuka di Gunungkidul. Simak rincian gambar dan pesan lurah serta Bupati Gunungkidul.
Polda Kalteng menyita dokumen dua perusahaan tersangka karhutla di Kapuas dan Lamandau. Total lahan terbakar mencapai 1.251 hektare.
PAD Bantul mencapai Rp611,43 miliar atau 80,95% per 20 Oktober 2026. Pemkab mengandalkan program penghapusan denda PBB-P2.
Bupati nonaktif Pati Sudewa divonis 8,5 tahun penjara dalam kasus korupsi DJKA dan pemerasan pengisian perangkat desa.
Polri mengusut dugaan beras fortifikasi tak sesuai label pada lima merek. Sebanyak 1.194 kemasan disita dengan nilai Rp155,2 juta.
Prabowo menyinggung pembagian peran menteri dan evaluasi kabinet. Namun, Presiden belum mengumumkan rencana reshuffle Kabinet Merah Putih.