Proyek Tol Solo-Jogja di Bantul: 667 Bidang Lunas, 101 Menunggu
Pembebasan lahan tol Solo–Jogja di Bantul capai 667 bidang. Masih tersisa 101 bidang menunggu pembayaran UGR.
Ilustrasi./Antara
Harianjogja.com, JOGJA — Stok Minyakita yang digelontorkan ke DIY mencapai 27.360 liter. Puluhan ribu liter Minyakita yang rencananya dipasok ke delapan pasar tradisional di DIY pada pekan depan tersebut sejatinya merupakan stok lama yang ada di tingkat nasional.
"Ini sebenarnya stok lama, dalam pemantauan oleh satgas pangan didapati bahwa di suatu daerah itu ada stok yang belum disalurkan ke masyarakat. Jumlahnya itu ada 505.440 secara nasional dan DIY dapat alokasi 27.360 liter," kata Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) DIY, Syam Arjayanti, Jumat (10/2/2023).
Dia mengatakan, "Sebenarnya stok minyak goreng di DIY itu cukup, tapi kan yang menjadi soal itu masyarakat cukup banyak yang mengeluh soal ketersediaan Minyakita karena tergolong murah. Rencana dalam waktu dekat dari pusat akan ada penyaluran lagi ke DIY."
Adapun sejumlah pasar yang nantinya menjadi sasaran distribusi komoditas itu yakni empat pasar di Kabupaten meliputi Pasar Imogiri Bantul, Pasar Argosari Gunungkidul, Pasar Wates Kulonprogo dan Pasar Gamping di Sleman. Sementara empat pasar lain akan dipusatkan di Kota Jogja yakni Beringharjo, Demangan, Kranggan, dan Prawirotaman.
BACA JUGA: Jogja Bakal Digelontor 26,8 Ton Minyakita, Ini Daftar Pasar yang Disasar
Syam menjelaskan, dalam penyaluran tersebut setiap pasar nantinya akan dipilih 10 pedagang yang memperoleh Minyakita dengan jumlah 12 liter per setiap harinya. Penyaluran direncakan bakal dilakukan sepanjang 28 hari untuk memastikan ketersediaan Minyakita cukup di lapangan. Penyaluran Minyakita itu digelar di empat provinsi se Pulau Jawa.
"Pengawasan harga tetap kami lakukan secara bersama dengan satgas pangan. Harus dijual sesuai HET seharga Rp14 ribu per liter. Konsumen juga bakal dibatasi maksimal 2 liter saja per konsumen tidak bisa diborong karena sangat terbatas sekali," ucapnya.
Masyarakat yang membeli Minyakita nantinya belum diberikan syarat khusus terkait dengan identitas kependudukan maupun syarat administrasi lainnya. Pihaknya mengimbau kepada warga untuk membeli secukupnya lantaran ketersediaan minyak goreng dengan kemasan lain masih cukup beragam di wilayah setempat.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Jogja, Veronica Ambar Ismuwardani menambahkan pasokan dan ketersediaan Minyakita di wilayah setempat memang sangat terbatas. Penyaluran terakhir di wilayah Jogja terjadi pada Desember lalu dan sejak Januari pertengahan sudah jarang ditemui di pasaran. "Fenomenanya kan bukan hanya pada kelangkaan tetapi ada juga terkait praktik tying dan distributornya sudah dipanggil," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pembebasan lahan tol Solo–Jogja di Bantul capai 667 bidang. Masih tersisa 101 bidang menunggu pembayaran UGR.
Witan Sulaeman resmi perpanjang kontrak 3 tahun di Persija Jakarta. Siap tampil maksimal di bawah pelatih Shin Tae-yong.
Harga iPhone Juli 2026 di iBox turun, terutama iPhone 16e. Simak daftar lengkap harga terbaru dan seri baru iPhone 17e.
BMKG menyebut Siklon BAVI memengaruhi cuaca DIY. Prakiraan 5-7 Juli cerah berawan, namun gelombang laut selatan berpotensi tinggi.
Event trail run makin marak di Jateng. Muria Trail Run 2026 ditargetkan 500 peserta dan dorong sport tourism serta ekonomi lokal.
Haedar Nashir menegaskan pendidikan bukan alat kekuasaan atau ekonomi. Ia dorong reorientasi kebijakan demi masa depan bangsa.