Alasan Siswa Sekolah Rakyat dari Gunungkidul Belajar di Sleman-Bantul
Siswa Sekolah Rakyat Gunungkidul masih belajar di luar daerah karena lahan belum tersedia, kuota terbatas
Ilustrasi. /JIBI-Solopos
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL — Pemerintah Pusat sedang mewacanakan penerapan KTP digital atau Informasi Kependudukan Digital (IKD) mulai tahun ini.
Meski demikian, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Gunungkidul memastikan KTP-el yang dimiliki masyarakat tetap berlaku.
Kepala Disdukcapil Gunungkidul, Markus Tri Munarja mengatakan, sejak awal tahun ada program IKD dari Pemerintah Pusat. Tindak lanjut dari kebijakan ini, pemkab juga telah mulai menyosialisasikan ke masyarakat.
BACA JUGA: Simak Cara Cetak Ulang e-KTP yang Rusak
Menurut dia, kebijakan ini tidak akan menghapus kegunaan KTP-el fisik, karena tetap bisa dipergunakan. Malahan sambung dia, keberadan IKD bisa saling melengkapi karena ada secara fisik dan digital.
“Jadi masyarakat bisa memiliki kedua-duanya dan fungsinya juga sama. KTP-El yang fisik juga tetap berlaku,” katanya kepada wartawan, Senin (13/2/2023).
Menurut dia, program digitalisasi ini ada target yang dibebankan ke setiap kabuapten. Hal itu dikarenakan di 2024 ada kewajiban menyasar ke 25% warga yang wajib memiliki KTP.
“Akan terus kami sosialisasikan dan warga yang memiliki KTP-El juga langsung bisa mengaktifkan IKD,” katanya.
Markus menambahkan, adanya program IKD maka distribusi blangko KTP-el secara bertahap akan dihentikan. Namun, sambung dia, untuk sekarang proses percetakan di Gunungkidul tetap dilakukan.
“Tujuan sistem digital agar terbentuk layanan yang terintegrasi. Lewat aplikasi IKD, masyarakat bisa langsung terkoneksi dengan layanan kesehatan, pajak, dan sebagainya,” kata mantan Kepala Bagian Organiasi Setda Gunungkidul ini.
Sekretaris Disdukcapil Gunungkidul, Arisandy Purba menambahkan, KTP-El fisik masih tetap diperlukan. Oleh karenanya, masyarakat diminta tidak khawatir dengan adanya program IKD.
Selain terus melakukan sosialisasi ke masyarakat, disdukcapil akan membuka layanan aktivasi IKD dalam waktu dekat ini. “Untuk aktivasi, warga tinggal ke kantor dan membawa KTP-el fisik. Nanti dibantu oleh operator,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Siswa Sekolah Rakyat Gunungkidul masih belajar di luar daerah karena lahan belum tersedia, kuota terbatas
Pencegahan stunting tidak hanya difokuskan pada anak, karena ibu juga harus mendapat perhatian.
PAD wisata Bantul baru Rp8,4 miliar hingga Mei 2026, turun dari tahun lalu. Faktor ekonomi dan kunjungan jadi penyebab.
DPAD DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Menjadi Pemuda di Zaman yang Tak Mudah di Rompok Ndeso, Kuwaru RT 02, Kalurahan Poncosari, Bantul.
Wali Kota Jogja Hasto dorong kampung wisata jadi ruang belajar. Turis asing diusulkan ikut mengajar anak-anak.
Jadwal KRL Solo–Jogja Jumat 22 Mei 2026 kembali normal. Cek jam keberangkatan lengkap dari Palur hingga Tugu Jogja.