Otonomi Daerah DIY Didorong Berbasis Keadilan dan Kearifan Lokal
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo (kedua dari kiri) meresmikan jembatan di Padukuhan Ngemplak, Kalurahan Sumerejo, Kapanewon Tempel, Minggu (19/2/2023)/Istimewa
Harianjogja.com, SLEMAN — Warga Padukuhan Ngemplak, Kalurahan Sumberejo, Kapanewon Tempel kini sudah bisa memanfaatkan kembali jembatan yang sempat ambrol pada 2022 lalu. Pemkab Sleman telah membangun kembali jembatan tersebut dan kini sudah bisa digunakan.
Panewu Tempel, Agung Dwi Maryoto, menjelaskan jembatan ini sempat ambrol akibat erosi pada Juli pada 2022 lalu. Kemudian pihaknya mengajukan permohonan pembangunan kembali jembatan tersebut kepada Pemkab Sleman.
Dia berterima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan kembali jembatan ini. "Kami apresiasi upaya Pemkab Sleman, DPRD Sleman dan pihak terkait lainnya yang telah menindaklanjuti laporan kami, dan akhirnya jembatan ini bisa diresmikan hari ini," ujarnya, Minggu (19/2/2023).
BACA JUGA: Pembangunan Jembatan Dongkrak Ekonomi Warga Sleman
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, meresmikan pembukaan jembatan di Padukuhan Ngemplak ini. Dia menyambut baik atas pembangunan kembali jembatan yang sempat roboh akibat erosi ini. Dia berharap ke depannya aktivitas masyarakat dapat terbantu dengan adanya jembatan baru ini.
"Dengan adanya jembatan baru ini, saya harap kegiatan perekonomian yang sempat terhalang, selanjutnya bisa meningkat. Selain itu kegiatan lainnya seperti pendidikan, pariwisata dan pertanian juga dapat terbantu dengan jembatan ini," ujarnya.
Dia juga mengingatkan warga untuk selalu waspada dan siap menghadapi ancaman cuaca ekstrim yang kerap terjadi di Kabupaten Sleman akhir-akhir ini. Dengan begitu diharapkan resiko bencana dapat diminimalisir bahkan dihindari. "Saat ini sering terjadi hujan lebat, angin kencang, banjir, tanah longsor. Saya harap semua waspada," katanya.
Hadir pula pada acara tersebut Ketua DPRD Kabupaten Sleman, Haris Sugiharta. Acara peresmian ini turut dimeriahkan dengan penampilan kesenian jathilan dari group Turangga Tresna Manunggal Kalurahan Sumberejo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Tawuran pelajar kembali pecah di dekat Stadion Mandala Krida, Jogja. Polisi menyebut aksi dipicu provokasi kelompok pelajar.
Siswa Sekolah Rakyat Gunungkidul masih belajar di luar daerah karena lahan belum tersedia, kuota terbatas
Jadwal puasa Tarwiyah dan Arafah 2026 jatuh 25–26 Mei berdasarkan penetapan awal Zulhijah Kemenag
361 jemaah haji Gunungkidul dipastikan sehat dan siap menjalani puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina
Ducati jual fairing asli MotoGP GP25 Márquez dan Bagnaia lewat MotoGP Authentics untuk kolektor