Heboh Pisang Bertandan Ganda di Gunungkidul, Bisa Jadi Varietas Unggul
Pisang bertandan ganda di Gunungkidul menarik perhatian. Pemkab siap kembangkan jadi varietas unggulan.
Proyek JJLS/JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL — Pemkab Gunungkidul berharap pembangunan kelok 18 di perbatasan Gunungkidul-Bantul bisa segera direalisasikan. Selain untuk menyambungkan akses Jalur Jalan Lintas Selatan, pembangunan sebagai upaya mendukung pengembangan wisata di sisi barat Bumi Handayani.
Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Muhamamad Arif Aldian mengatakan rencana pembuatan kelok 18 di JJLS di Kalurahan Girijati, Purwosari dengan Kabuapten Bantul akan berdampak besar. Dari sisi transportasi akan sangat membantu dikarenakan fokus masuk Gunungkidul sisi barat baru di jalur utama Jogja-Wonosari.
“Kalau sudah jadi, tentunya akses masuk Gunungkidul yang dari wilayah pesisir bisa lebih mudah karena selama ini dikenal medannya yang ekstrem,” kata Aldian kepada wartawan, Minggu (5/3/2023).
Menurut dia, dampaknya tidak hanya dari sisi transportasi. Pasalnya, ada efek domino dari pembangunan kelok 18 karena juga bisa meningkatkan sektor kepariwisataan di sisi barat.
BACA JUGA: Proyek Kelok 18 Segera Dilelang, Begini Desainnya
Terlebih lagi, sambung Aldian, di sekitar lokasi juga memiliki pemandangan yang indah sehingga bisa menjadi ikon baru di DIY, khususnya Gunungkidul. Rencananya juga ada kerja sama atau saling integrasi wisata antardaerah.
“Kami terus berkomunikasi dengan Dinas Pariwisata Bantul. Mudah-mudahan dengan dengan adanya kawasan ekonomi khusus pariwisata beberapa kapanewon seperti Purwosari; Panggang dan Saptosari juga ikut terdongkrak,” katanya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Irawan Jatmiko mengatakan, pembangunan JJLS yang juga meliputi kelok 18 merupakan kewenangan dari Pemerintah Pusat. Adapun lokasi, salah satunya berada di Gunungkidul. “Untuk kelok 18 masih dalam tahap lelang di LPSE Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat,” kata Irawan.
Menurut dia, sesuai dengan jadwal pemenang lelang akan diumumkan pada 10 Maret. Adapun masa sanggah yang diberikan ke peserta lelang akan berlangsung 16-20 Maret mendatang. “Pengerjaannya dengan model tahun jamak,” katanya.
Irawan memastikan untuk lahan tidak ada masalah karena lokasi sudah dibebaskan. Diharapkan proses lelang bisa segera selesai sehingga pengerjaan dapat direalisasikan. “Kalau segera dikerjakan, maka JJLS di Gunungkidul bisa benar-benar tersambung mulai dari perbatasan Wonogiri hingga Bantul,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pisang bertandan ganda di Gunungkidul menarik perhatian. Pemkab siap kembangkan jadi varietas unggulan.
BNPB mengimbau masyarakat waspada cuaca ekstrem usai BMKG memprediksi hujan lebat disertai angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia.
Jadwal KRL Jogja-Solo terbaru 25 Mei 2026 lengkap. Tarif Rp8.000, berangkat hampir tiap jam, solusi cepat anti macet.
Bruno Fernandes mencetak 21 assist musim ini, memecahkan rekor Liga Inggris dan mengungguli Thierry Henry serta Kevin De Bruyne.
Pemda DIY siapkan satgas khusus atasi kejahatan jalanan. Libatkan polisi, TNI, BIN hingga BNN.
Kebakaran berulang terjadi di rumah pemotongan ayam di wilayah Mriyan, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Sleman, dalam dua hari terakhir.