Festival Layang-Layang Internasional Kembali ke Bantul, Ini Jadwalnya
JIKF 2026 digelar di Parangkusumo, diikuti 17 negara. Festival layang-layang ini dorong wisata dan ekonomi kreatif Jogja.
Ilustrasi Terminal Giwangan./Harian Jogja-Sirojul Khafid
Harianjogja.com, JOGJA — Dinas Perhubungan (Dishub) DIY tengah menyiapkan lokasi transit khusus bagi bus pariwisata guna mencegah potensi kemacetan di area tertentu pada masa musim libur wisatawan dan hari-hari biasa. Pengaturan bus pariwisata ke depan akan dimaksimalkan di sejumlah terminal meliputi Giwangan, Adisutjipto, dan Jombor.
Kepala Disbud DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti mengatakan ada tiga lokasi transit yang dipilih itu cukup potensial untuk menampung bus pariwisata. Manajemen pengaturan akan dibahas bertahap bersama sejumlah organisasi perangkat daerah terkait. Pihaknya berharap insan dan pelaku pariwisata juga punya komitmen yang sama terhadap rencana kebijakan itu.
"Semua bus pariwisata nanti dipusatkan di pinggiran, misalnya Giwangan, Adisutjipto, Jombor. Jadi selain terminal akan difungsikan sebagai tempat parkir bus wisata, potensinya kan cukup besar," kata Ni Made, Senin (6/4/2023).
BACA JUGA: Terminal Giwangan Bakal Jadi Tempat Parkir Bus Wisata
Menurut dia, beban jalan yang ada di wilayah perkotaan tidak lagi cukup menampung kendaraan berbadan besar semacam bus pariwisata. Selain itu dengan titik kantong parkir yang juga terbatas perlu pengaturan khusus agar manajemen lalu lintas dapat sejalan dengan sektor pariwisata.
"Persoalan jadi tidak efektif atau repot itu kan sudah diatur, nanti ada shuttle atau angkutan umum, karena tidak mungkin kami sediakan tempat parkir atau pemerintah investasi. Kami sudah siapkan kantong parkir di luar kota walaupun belum ideal tapi kan proses," ujarnya.
Ni Made menyebut, sejumlah lokasi yang dipilih sebagai tempat transit bus pariwisata juga cukup representatif. Wisatawan bisa memanfaatkan transportasi publik Trans Jogja untuk terhubung ke sejumlah destinasi di wilayah perkotaan. Apalagi ke depan pihaknya juga bakal mengembangkan bus listrik yang akan dioperasionalkan di perkotaan.
"Semuanya tentu bertahan dan sambil jalan, Giwangan juga kan ke depan akan diperluas oleh kementerian, jadi sifatnya ke depan bus pariwisata cuman menurunkan penumpang kemudian balik lagi ke terminal," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
JIKF 2026 digelar di Parangkusumo, diikuti 17 negara. Festival layang-layang ini dorong wisata dan ekonomi kreatif Jogja.
Harga pangan 8 Juli 2026: cabai rawit Rp61.900/kg, telur Rp29.050/kg. Cek daftar lengkap harga beras, daging, minyak, dan gula terbaru.
Kontroversi wasit warnai kemenangan Argentina 3-2 atas Mesir di 16 besar Piala Dunia 2026. Messi bawa Albiceleste lolos dramatis.
Top Ten News Harianjogja.com edisi Rabu 8 Juli 2026, mulai dari kunjungan Prabowo-Modi, isu pajak palsu Sleman, hingga kemenangan Timnas U17.
Cek jadwal SIM keliling Kota Jogja Juli 2026 lengkap. Ada layanan pagi hingga malam di Alun-Alun Kidul dan MPP Jogja.
Jadwal Bus KSPN Jogja 2026 lengkap dari Malioboro ke Parangtritis, Drini, dan Obelix Sea View. Tarif mulai Rp12.000, rute langsung tanpa transit.