Lurah Srimulyo Bantul Segera Diaktifkan Lagi Usai Vonis Bebas Inkrah
Pemkab Bantul memproses pengaktifan kembali Wajiran sebagai Lurah Srimulyo setelah putusan bebas kasus TKD berkekuatan hukum tetap.
Jalur pedestrian Malioboro, Jogja, Rabu (9/2/2022)./Harian Jogja-Maya Herawati
Harianjogja.com, JOGJA—Sejumlah grup angklung yang biasa tampil di kawasan Malioboro protes lantaran belum memperoleh kepastian terkait perizinan manggung di jantung Kota Jogja itu. Grup yang dikenal dengan nama Carekhal dan Calungfunk tersebut biasa meramaikan kawasan Malioboro untuk menghibur para wisatawan.
Koordinator grup Angklung Carekhal Adi Setiadi mengatakan, kelompoknya sudah menghibur wisatawan di kawasan Malioboro sejak 2015 silam. Adanya pandemi Covid-19 yang diikuti dengan sejumlah pembatasan membuat pengamen kehilangan ruang untuk berekspresi dan kemudian berlanjut sampai saat ini.
"Kalau pas pandemi ya kami wajar tidak diperbolehkan karena kan membuat kerumunan pengunjung, tapi sekarang kan sudah melandai dan PPKM juga sudah dicabut, tetapi belum juga dibolehkan pentas kembali," katanya, Rabu (8/3/2033) saat mengadu ke DPRD Jogja.
BACA JUGA : Sukses Gelar Festival Angklung DIY Jateng, Waterboom Jogja
Adi menyebut total ada sebanyak 15 personel yang tergabung dalam kelompok itu dan semuanya terancam kehilangan mata pencaharian. Para personel punya keinginan yang sama untuk turut serta mengisi dan meramaikan geliat pariwisata di Malioboro yang belakangan kembali tumbuh positif.
"Komitmen semua personel sama, ingin kembali menghibur wisatawan di Malioboro. Beberapa waktu lalu saat audiensi dengan UPT Malioboro kami diarahkan ke kawasan Teras Malioboro 2, tapi kan kondisinya kami anggap kurang representatif. Kami maunya di pedestrian saja," ucap Adi.
Ketua Komisi D DPRD Kota Jogja Suryani yang menerima rombongan kelompok itu mengatakan, legislatif akan menampung aspirasi yang disampaikan oleh grup Carekhal dan Calungfunk tersebut. Dirinya juga berjanji akan memanggil UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya Malioboro untuk berkoordinasi terkait hal itu.
BACA JUGA : Waterboom Jogja Gandeng Komunitas dan TK Gelar Festival
"Segera kami koordinasikan dengan instansi terkait dan dicarikan solusi yang terbaik. Kalau memungkinkan ya bisa saja diarahkan ke area Teras Malioboro 2. Di sana kan juga ada panggung pertunjukan jadi lebih cocok," kata Suryani.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Bantul memproses pengaktifan kembali Wajiran sebagai Lurah Srimulyo setelah putusan bebas kasus TKD berkekuatan hukum tetap.
Jalan Kweni-Druwo, Sewon, Bantul ditutup hingga 7 Desember 2026 akibat pembangunan jembatan. Simak rekayasa lalu lintas dan jalur alternatifnya.
Pasien obesitas hampir 300 kilogram di Sragen dievakuasi 15 petugas gabungan ke RSUD setelah mengalami sesak napas dan tubuh lemas.
Yamaha kembali menghadirkan ruang ekspresi bagi generasi muda melalui Fazzio Youth Festival 2026, ajang tahunan yang memadukan kreativitas, olahraga
PSI Bantul merampungkan kepengurusan di 17 kapanewon dan 76 DPRt, lalu memulai konsolidasi dan pendidikan politik menuju Pemilu 2029.
Kasus HIV/AIDS di Gunungkidul bertambah 36 hingga Mei 2026. Dinkes mencatat 372 pasien rutin berobat, termasuk 13 anak.