Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Wakapolda DIY, Brigjen Pol Raden Slamet Santoso, memotong tumpeng untuk menyonsong Pasar Kangen Wiwitan Pasa 2023, di Polda DIY, Rabu (15/3/2023)/Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, SLEMAN — Untuk pertama kalinya, Pasar Kangen akan digelar di halaman Polda DIY. Pasar Kangen 2023 rencananya digelar pada 17-19 Maret mendatang dengan mengangkat tema Pasar Kangen Wiwitan Pasa. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan silaturahmi dan ruang ekspresi warga Jogja.
Wakapolda DIY, Brigjen Pol Raden Slamet Santoso menjelaskan akan ada 100 tenant yang menjajakan aneka kuliner dan barang-barang lawas. Tenant-tenant tersebut ditempatkan di halaman Polda DIY yang bisa diakses masyarakat umum.
Di samping itu, dalam Pasar Kangen kali ini juga akan dipamerkan lukisan dari 60 seniman Jogja. Pameran lukisan berlokasi di lantai II dan III Polda DIY yang merupakan ruang tamu Kapolda DIY. “Lewat program ini Polda DIY membuka diri menciptakan ruang ekspresi," katanya, Rabu (15/3/2023).
BACA JUGA: Ke Pasar Kangen Yuk! Berburu Kuliner Tempo Dulu
Perupa yang terlibat dalam pameran ini, Jumaldi Alfi, menjelaskan pameran lukisan ini terbilang unik karena akan menghadirkan lukisan karya Kapolri kelima, Hoegeng Iman Santoso, yang berjudul Anggrek Bulan yang merupakan koleksi Butet Kertaredjasa.
Selain itu, pameran lukisan juga diisi lukisan karya warga binaan Polda DIY dan beberapa anggota Polda DIY. "Ternyata Polisi juga banyak yang bisa melukis. Bahkan tidak kalah dengan pelukis profesional. Ini sangat menarik," ungkapnya.
Butet menceritakan bagaimana ia dapat mengoleksi lukisan Hoegeng tersebut. Bermula ketika ia ke Jakarta tiga minggu lalu dan bertemu dengan cucu Hoegeng. “Karena saya dekat dengan keluarga, pas saya di Jakarta saya dapat hibah reproduksi lukisan Pak Hoegeng,” ujarnya.
Dia pun menuturkan apa yang diceritakan cucu Hoegeng tentang kebiasaan Kapolri kelima tersebut melukis. “Katanya eyang sering melukis anggrek karena anggrek itu warna asli. Warna yang gak dimanipulasi Tuhan. Warna anggrek wujud kejujuran Tuhan,” kata dia.
Panitia pelaksana Pasar Kangen Wiwitan Pasa 2023, Ong Hari Wahyu mengatakan acara ini juga diisi kegiatan edukatif, seperti workhsop membuat kuliner tradisional serta membuat ecoprint. "Tujuannya supaya yang membikin makanan tradisional itu tetap berkelanjutan," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
X batasi unggahan hanya 50 per hari untuk akun gratis. Kebijakan ini dorong pengguna beralih ke layanan berbayar.
Jalan rusak menuju Gua Pindul Gunungkidul dikeluhkan warga. Perbaikan dijadwalkan Juli-Agustus namun belum menyeluruh.
IDAI mengingatkan bahaya heat stroke pada anak saat cuaca panas ekstrem akibat El Nino. Orang tua diminta atur aktivitas dan cairan.
Defisit APBN April 2026 turun ke Rp164,4 triliun, keseimbangan primer kembali surplus Rp28 triliun.