Wabup Gunungkidul Joko Parwoto Absen di Hari Jadi, Ini Alasannya
Wabup Gunungkidul Joko Parwoto menjelaskan ketidakhadirannya dalam sejumlah agenda Hari Jadi ke-196 karena sakit gigi dan perlu penanganan dokter.
Ilustrasi JJLS./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Perhubungan Gunungkidul mulai mempersiapkan untuk kelancaran arus mudik 2023. Salah satu agenda dipersiapkan dengan melakukan survei jalur mudik yang dipersiapkan.
Kepala Bidang Lalu Lintas, Dinas Perhubungan Gunungkidul, Bayu Susilo Aji mengatakan, akan melakukan survey jalur mudik di tahun ini. Adapun pelaksanaanya tidak hanya melibatkan tim dari Dinas Perhubungan, tetapi juga mengikutsertakan petugas dari Jasa Raharja, Satlantas Polres Gunungkidul dan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul.
Menurut dia, survei dilakukan untuk melihat kesiapan. Salah satunya memastikan jalur yang dilalui aman serta risiko kecelakaan dapat dikurangi. “Sudah dipersiapkan dan nanti dilakukan survei gabungan. Nantinya kalau ada jalur yang rusak ada rekomendasi perbaikan,” katanya, Minggu (19/3/2023).
BACA JUGA: Mudik Gratis, Kemenhub Siapkan Kuota 24.072 Penumpang
Bayu mengatakan, survei jalur mudik hanya menjadi salah satu agenda dalam menyambut perayaan Idulfitri 2023. Pasalnya, juga ada banyak agenda lain yang dipersiapkan mulai dari pembuatan posko pelayanan dan pendataan hingga ramcek angkutan penumpang dan barang.
Selain itu, juga ada penetapan kebijakan larangan angkutan barang saat Lebaran. Meski demikian, untuk pelaksanaannya masih menunggu instruksi resmi dari Pemerintah Pusat. “Tentunya nanti untuk memperlancar arus mudi akan ada rapat koordinasi lintas sektoral di Gunungkidul,” kata Bayu.
Sekretaris DPUPRKP Gunungkidul, Putro Sapto Wahyono mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk mendukung kelancaran arus mudik di tahun ini. sesuai dengan ketugasan yang dimiliki, maka siap melakukan perbaikan jalan rusak yang masuk peta jalur mudik.
Menurut dia, hingga sekarang masih melakukan pendataan terkait dengan titik yang rusak. Adapun perbaikan, DPUPRKP sudah menyiapkan dana swakelola yang besarannya mencapai Rp3 miliar.
“Memang tidak hanya untuk perbaikan jalan, tapi juga pembuatan talut. Tapi, saat ada jalan yang rusak dan mendesak diperbaiki maka penanganan bisa menggunakan anggaran swakelola,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wabup Gunungkidul Joko Parwoto menjelaskan ketidakhadirannya dalam sejumlah agenda Hari Jadi ke-196 karena sakit gigi dan perlu penanganan dokter.
BPD DIY meraih tiga prestasi di Frontliner Championship BPDSI 2026. Capaian ini menjadi dorongan untuk meningkatkan kualitas layanan nasabah.
Hari Santri Nasional menjadi momentum memperkuat literasi digital di pesantren untuk membentengi generasi muda dari intoleransi dan radikalisme.
DPRD DIY memperjuangkan kenaikan Danais 2027 setelah alokasi turun menjadi Rp1 triliun. APBD DIY ditargetkan ditetapkan 20 November 2026.
IHSG sempat anjlok 11,57% pada Oktober 2026. BEI DIY mengingatkan investor memahami risiko, sementara ekonom UGM menjelaskan usulan MSCI.
DPRD Gunungkidul meninjau revitalisasi tiga sekolah dan mengingatkan pelaksana agar sesuai spesifikasi serta tidak bermasalah saat pemeriksaan.