UCJ Sleman Baru 36,48%, Perlindungan Pekerja Informal Jadi Tantangan
Capaian UCJ Sleman baru 36,48% hingga Oktober 2026. Pemkab memperluas perlindungan pekerja informal melalui jaminan sosial ketenagakerjaan.
Pemanfaatan Resi Gudang di Indonesia terus mengalami pertumbuhan. - Harian Jogja/Ist
Harianjogja.com, JOGJA—Bulog Kanwil DIY memastikan stok beras menjelang Ramadan 2023 masih mencukupi. Pada Maret 2023, Bulog Kanwil DIY menargetkan akan menyerap 3.000 ton beras. Hingga kini telah ada sekitar 600 ton beras yang diserap, jumlah tersebut pun akan terus bertambah.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Yogyakarta, M. Attar Rizal menyampaikan stok beras di DIY masih mencukupi. “Kebutuhan terutama beras, tidak perlu khawatir karena stoknya masih cukup, dan tidak perlu panic buying karena stoknya cukup, dan kami akan terus gelontorkan untuk terus menstabilkan harga sampai Ramadan dan idul fitri,” ucapnya, Rabu (22/3/2023).
Lebih lanjut, Nur Hardiansyah, Manajer Operasional dan Pelayanan Publik Bulog Kanwil Yogyakarta menyampaikan stok beras per 22 Maret 2023 ada sekitar 5.500 ton beras. Jumlah tersebut tersebar untuk wilayah DIY, eks Karesidenan Kedu, dan Banyumas.
“Untuk kebutuhan Ramadan dan idulfitri tidak ada masalah untuk stok kebutuhan berasnya,” ucap Hardiansyah.
Baca juga: Diduga Klitih, Seorang Pelajar Dikejar Warga di Bantul dan Tabrak Pembatas Jalan hingga Tewas
Dia pun menyampaikan penyaluran beras selama bulan puasa masih mencukupi. Saat ini Bulog DIY pun telah melakukan serapan beras sekitar 600 ton. Jumlah tersebut akan terus bertambah seiring dengan panen raya yang berlangsung pada Maret hingga Mei tahun ini.
“Untuk penyaluran [selama bulan puasa] cukup. Sekarang juga bebarengan dengan panen, untuk pengadaan juga berjalan, sudah mulai masuk,” katanya.
Hardiansyah menyampaikan Bulog Kanwil Yogyakarta menargetkan untuk menyerap sekitar 3 ribu ton beras pada Maret 2023, dan sekitar 10-12 ribu ton hingga April 2023. “Untuk Maret [target serapan] sekitar 3 ribu ton. Untuk penyerapannya masih terus berjalan, kita maksimalkan di Maret hingga Mei, sampai panen raya selesai,” ucapnya.
Pengaruh Cuaca
Dia pun menyampaikan dengan cuaca ekstrem yang terjadi di DIY beberapa waktu belakangan juga mempengaruhi serapan beras. Namun, Bulog Kanwil DIY terus berupaya agar serapan beras dapat maksimal saat panen raya kali ini.
Hardiansyah menyampaikan untuk dapat menstabilkan harga beras, pihaknya bekerjasama dengan pemda kabupaten/kota di DIY dalam Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) melalui operasi pasar yang dilakukan.
Selain itu, ada pula sejumlah beras SPHP yang digelontorkan ke pasar tradisional untuk menjaga kestabilan harga dan ketersediaan beras.
“Khusus untuk provinsi DIY, kita kemungkinan targetnya [SPHP] untuk sebulan biasanya 600 ton, mungkin dengan adanya Ramadan dan Idulfitri bisa sampai seribu ton untuk penyalurannya,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Capaian UCJ Sleman baru 36,48% hingga Oktober 2026. Pemkab memperluas perlindungan pekerja informal melalui jaminan sosial ketenagakerjaan.
Polda DIY mengkaji penanganan premanisme parkir dan membuka peluang patroli skala besar dengan melibatkan TNI serta Satpol PP.
WhatsApp menguji fitur pesan terjadwal di iPhone. Simak cara menggunakannya, batas waktu pengiriman, dan kapan tersedia untuk semua pengguna.
Astra Motor Yogyakarta menghadirkan program OktoGERRR! hingga 31 Oktober 2026, dengan potongan angsuran Rp75.000 per bulan dan uang muka ringan untuk skutik
Ipswich Town menjamu Nottingham Forest di Liga Primer Inggris. Simak jadwal, posisi klasemen, kondisi terkini, dan pemain yang perlu dipantau.
KPK menyita uang tunai ratusan juta rupiah dan dokumen saat menggeledah Kantor BPK Jawa Tengah terkait dugaan suap audit di Klaten.