Kementerian Komdigi Berdayakan Duta Damai BNPT Jadi Penyuluh Informasi
“Saat ini kita memiliki isu krusial, yakni kebijakan PP Tunas sebagai payung hukum perlindungan anak di ruang digital,”
Ilustrasi./Harian Jogja
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Bantul mengeluarkan surat edaran terkait dengan jam belajar siswa di sekolah selama Ramadan. Dalam edaran tersebut jam belajar setiap mata pelajaran dikurangi 10 menit.
“Selama bulan ramadan setiap JP [jam pelajaran] di sekolah dikurangi 10 menit dari biasanya,” kata Kepala Disdikpora Bantul, Isdarmoko, Kamis (23/3/2023).
Pengurangan jam mata pelajaran 10 menit, misalnya, untuk siswa SMP yang biasanya satu mata pelajaran 45 menit maka diubah menjadi 35 menit. Demikian untuk siswa SD yang lama satu mata pelajarannya 35 menit, pada bulan Ramadan ini dikurangi menjadi 25 menit.
Dengan adanya pengurangan jam mata pelajaran tersebut, maka akan mengurangi jam belajar selama disekolah baik untuk siswa maupun untuk guru. Isdarmoko memaparkan untuk sekolah yang menerapkan lima hari keja mulai Senin-Jumat dibatasi dari mulai pukul 07.00 WIB-14.00 WIB.
BACA JUGA: Mulai 11 Juli, Jam Belajar Siswa di Kulonprogo Berlaku Penuh
Sementara untuk sekolah dengan sistem kerja enam hari, untuk Senin-Kamis akan diterapkan waktu kegiatan mulai pukul 07.00-13.00 WIB. Lalu untuk hari Jumat dan Sabtu dimulai dari pukul 07.00 dan berakhir di jam 11.30. “Penyesuaian sistem kerja ini akan berlaku di semua satuan pendidikan di lingkungan Pemkab Bantul,” ujarnya.
Isdarmoko juga mengimbau kepada semua kepala sekolah di tiap satuan pendidikan agar membuat kegiatan positif yang dapat meningkatkan iman dan takwa selama bulan puasa, seperti menggelar tadarus Alquran, pesantren kilat, dan buka bersama, serta memperbanyak kegiatan amal seperti infak, sedekah, atau sejenisnya. “Kami juga melarang para siswa untuk melakukan kegiatan yang mengganggu kekhusuan ibadah, seperti membunyikan petasan, nongkrong di jalan, dan sebagainya,” ujarnya.
Wakil Bupati Bantul Joko Budi Purnomo meminta agar instansi terkait dapat membuat terobosan di sekolah-sekolah selama bulan Ramadan dengan membuat kegiatan positif berupa ekstrakurikuler bagi para siswa.
Menurutnya, terbosan itu penting dilakukan supaya para siswa tidak terjerumus dalam kegiatan-kegiatan negatif, seperti terlibat dalam kejahatan jalanan atau masuk kedalam geng-geng sekolah yang dampaknya justru mengarahkan pada tindak kriminal. “Disdikpora kami ajak membuat terobosan agar ada kegiatan ekstrakurikuler yang positif untuk mengurangi pelajar mengikuti kegiatan yang tidak produktif selama Ramadan ini,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
“Saat ini kita memiliki isu krusial, yakni kebijakan PP Tunas sebagai payung hukum perlindungan anak di ruang digital,”
Pemda DIY siapkan satgas khusus atasi kejahatan jalanan. Libatkan polisi, TNI, BIN hingga BNN.
Kebakaran berulang terjadi di rumah pemotongan ayam di wilayah Mriyan, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Sleman, dalam dua hari terakhir.
Persis Solo terdegradasi ke Liga 2. Dirut Ginda Ferachtriawan minta maaf dan siapkan restrukturisasi besar demi kebangkitan tim.
76 Indonesian Downhill 2026 di Bantul berlangsung ekstrem. Andy juara tipis, kelas junior justru catat waktu tercepat.
Warga Boyolali menemukan batu diduga stupa dan prasada. Diduga peninggalan Mataram Kuno abad 8-9, kini diteliti Disdikbud.