Video Dugaan Pungli Viral, DPRD Kota Jogja Minta Tata Kelola Alkid Dievaluasi
DPRD Kota Jogja mendorong evaluasi tata kelola Alkid setelah video dugaan pungutan liar dan intimidasi beredar di media sosial.
Salah satu spot foto menarik di Jogja yang terletak di kompleks Teras Malioboro 1/Instagram @terasmalioboro_
Harianjogja.com, JOGJA–Pariwisata di wilayah Solo dan Jogja dinilai dapat saling melengkapi. Hal itu diutarakan Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo, merespons mulai menggeliatnya pariwisata di Solo, belakangan ini.
Kedua daerah tersebut menurut Singgih memiliki potensi pariwisatanya masing-masing, sehingga tidak dapat dijadikan kompetitor satu sama lain. "Yang ada Jogja tidak mesti ada di Solo, maka Ini jadi kelebihan kita,” katanya, Rabu (29/3/2023).
Menurut Singgih, kawasan Jogja dan Solo berada di kawasan Destinasi Super Prioritas (DSP) Candi Borobudur, sehingga kedua kawasan tersebut harus saling melengkapi.
“Satu kawasan di Destinasi Super Prioritas [DSP] Borobudur menjadi bagian yang perlu kita rawat bersama, jadi konsepnya seperti itu. Sebuah kawasan bersama-sama, terintegrasi,” ujarnya.
BACA JUGA: Siap-Siap Daftar! Pemkab Bantul Ajukan 500 Formasi untuk Penerimaan ASN Tahun Ini
Sebelumnya, Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Kemaritiman Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (IKP), Septriana Tangkary, dalam Seminar Genposting: Promosi Wisata Unggulan DIY, Sukseskan Program Bangga Berwisata di Indonesia, di The Alana Yogyakarta, Jumat (17/3/2023) lalu menyatakan Jogja masih perlu bebenah dalam beberapa hal terkait pariwisatanya.
“DIY masih perlu meningkatkan kembali promosi wisata di daerahnya dengan mengembangkan potensi wisata yang ada, meningkatkan kesan yang baik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara sehingga length of stay lebih panjang dan quality of spending semakin tinggi,” katanya.
Dengan demikian, wisatawan bisa merasa puas berwisata di Jogja dan berkeinginan kembali lagi untuk memberikan dampak positif kepada masyarakat setempat. Hal ini sejalan dengan target wisata 2024 yakni nilai tambah pariwisata atau quality tourism experience.
Hal tersebut harus didukung dengan kesiapan destinasi industri dan masyarakat, kapasitas sumber daya manusia (SDM), daya dukung lingkungan dan citra pariwisata yang berdaya saing nusantara. “Pemerintah mengembangkan program Bangga Berwisata di Indonesia, sebagai gerakan untuk mendorong minat masyarakat untuk berwisata di dalam negeri,” ungkapnya.
Program ini berdampingan dengan program Bangga Buatan Indonesia. Kedua program ini diharapkan dapat mendorong mobilitas wisatawan Nusantara dengan target 1,4 miliar pergerakan wisatawan dan menumbuhkan sentra ekonomi kreatif di setiap destinasi wisata.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Kota Jogja mendorong evaluasi tata kelola Alkid setelah video dugaan pungutan liar dan intimidasi beredar di media sosial.
Jadwal KA Bandara YIA Sabtu 26 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA serta waktu tempuhnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 26 September 2026 dari Palur menuju Jogja/Tugu tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 26 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Subsidi BBM dan LPG 3 kg 2027 turun Rp11,4 triliun. DPR menyoroti data penerima subsidi dan tingginya exclusion error pemerintah.
Wapres Gibran meminta pendataan warga terdampak banjir bandang Solok dipercepat untuk penanganan dan penataan permukiman.