Delapan Pekerja di Gunungkidul Kena PHK, Efisiensi Mulai Berdampak
Delapan pekerja di Gunungkidul terkena PHK hingga akhir Juni 2026. Efisiensi perusahaan dan kondisi ekonomi global disebut menjadi pemicu utama.
Suasana Rapat Paripurna DPRD Gunungkidul, Senin (16/7/2018). /Harian Jogja-Herlambang Jati Kusumo
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Anggota DPRD Gunungkidul mulai melaksanakan ketugasannya dalam program pembentukan peraturan daerah (propemerda) di 2023. Di awal pembahasan terdapat tiga rancangan usulan dari bupati yang diserahkan untuk dibahas menjadi perda baru.
Ketiga rancangan ini meliputi Raperda tentang Lurah, Penyelenggaraan Penanaman Modal, dan Pembinaan Jasa Konstruksi. Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Gunungkidul, Ari Siswanto mengatakan, propemperda di 2023 ada 12 raperda yang akan dibahas. Di akhir Maret ini sudah ada tiga rancangan usulan dari bupati yang diserahkan untuk dibahas bersama-sama dengan DPRD.
“Sudah dibuat pansus untuk membahas masing-masing raperda bersama dengan Organisasi Perangkat Daerah terkait,” kata Ari kepada wartawan, Kamis (30/3/2023).
Menurut dia pembahasan raperda sekarang ini berbeda dengan pelaksanaan di tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, setelah penyerahan nota pengantar tentang raperda langsung dibuat pansus untuk pembahasan yang kemudian diikuti dengan pemandangan umum fraksi.
Baca juga: Ke Mana Miliaran Uang Zakat Umat di DIY Mengalir?
Namun pada saat ini, lanjut Ari, setelah penyerahan nota pengantar dilanjutkan pandangan umum fraksi. “Setelah PU fraksi baru dibahas di tingkat pansus. Jadi, alur pembahasan sekarang memang berbeda,” katanya.
Ia menambahkan, untuk pendapat fraksi tentang ketiga raperda sudah dilaksanakan dalam rapat paripurna DPRD yang diselengarakan pada Rabu (29/3/2023). Setelah paripurna ini dilanjutkan pembentukan pansus guna membahas ketiga rancangan.
“Mudah-mudahan berjalan dengan lancar dan ketiga rancangan bisa ditetapkan menjadi perda baru,” katanya.
Ari optimistis propemperda di tahun ini bisa terselesaikan semuanya sebelum tahun anggaran 2023 berakhir. “Tahun lalu, kita bisa menyelesaikan semua target raperda. Untuk 2023, kami juga yakin bisa dibahas semuanya,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Wakil Ketua DPRD Gunungkidul, Suharno. Menurut dia, untuk pembahasan tiga raperda baru di akhir Maret ini tidak ada masalah karena seluruh fraksi sepakat membahasnya menjadi perda baru.
“Sudah dilaksanakan PU fraksi kemarin [rabu siang] dan seluruh fraksi sudah menyatakan pendapatannya tentang ketiga rancangan,” katanya.
Suharno berharap pembahasan bisa berjalan lancar dan target propemperda di 2023 bisa terpenuhi semuanya. “Ada 12 raperda yang harus dibahas. Dua merupakan inisiatif dewan dan sisanya sebanyak sepuluh rancangan merupakan usulan dari bupati,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Delapan pekerja di Gunungkidul terkena PHK hingga akhir Juni 2026. Efisiensi perusahaan dan kondisi ekonomi global disebut menjadi pemicu utama.
CNVD China mengumumkan temuan dugaan kerentanan pada Claude Code milik Anthropic. Perusahaan AI asal AS itu membantah adanya mekanisme backdoor dalam layanannya
Veda Ega Pratama menghadapi persaingan ketat di Moto3 Jerman 2026. Maximo Quiles, Alvaro Carpe, Brian Uriarte hingga Hakim Danish siap bersaing di Sachsenring.
FIFA resmi menolak banding Prancis terkait kartu kuning Michael Olise. Pemain sayap Les Bleus kini terancam absen di semifinal jika kembali menerima kartu.
Akupuntur berpotensi membantu mengurangi gejala gangguan cemas, memperbaiki tidur, dan meningkatkan relaksasi, namun tetap perlu dikombinasikan dengan terapi me
Akses air bersih Gunungkidul baru mencapai 90,93%. Pemkab memperkuat jaringan SPAM, sementara BPBD menyiapkan 1.150 tangki bantuan air.