Bayar Rp50.000 Sehari, Ini Alasan Orang Tua Titip Bayi di Bidan Pakem
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
Sejumlah kendaraan terpantau memadati perbatasan Prambanan, Selasa (3/5/2022)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, SLEMAN–Sejumlah jalur mudik hingga jalur wisata di Sleman berpotensi macet maupun padat lalu lintasnya pada saat mudik maupun libur Lebaran nanti.
Kepala Dinas Perhubungan Sleman, Arip Pramana menerangkan hampir setiap simpang APILL berpotensi macet. Namun jika dipetakan berdasarkan wilayahnya, untuk wilayah utara simpang Denggung menjadi lokasi berpotensi macet panjang saat mudik.
"Kalau Sleman daerah utara, itu yang paling panjang misalkan Denggung. Simpang Denggung itu yang paling mendominasi," tuturnya dikutip Kamis (30/3/2023).
Sementara di daerah timur Sleman, Prambanan menjadi salah satu titik lokasi rawan kemacetan pada waktu mudik nanti. "Kalau dari Jln. Solo ya Prambanan. Prambanan sama simpang tiga Maguwo itu yang tinggi," ujarnya.
Selain jalur mudik, Arip juga memetakan potensi lalu lintas padat di jalur wisata. Untuk jalur wisata, sejumlah simpang di Jln. Kaliurang berpotensi macet saat libur Lebaran.
"Kalau jalur wisata ya simpang di Jalan Kaliurang yang dekat UII, selatan UII atau yang di Prujakan itu yang potensi lalu lintasnya padat untuk musim liburannya," kata dia.
BACA JUGA: Jokowi Kecewa dan Sedih Indonesia Batal Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U20
Sejumlah strategi disiapkan untuk mengantipasi kepadatan lalu lintas yang bakal terjadi. Salah satunya lewat pengaturan lampu APILL. Misalnya di Jalan Pamungkas, Jalan Kaliurang yang merupakan kewenangan Sleman, lampu APILL bisa diatur durasi lampunya. "Kita bisa atur durasinya tergantung panjang antreannya, karena itu antara jalan kampung jalan kabupaten dan jalan provinsi," ungkapnya.
"Lainnya yang kebetulan yang saya sebutkan tadi merupakan jalan nasional. Ya nanti kita koordinasi dengan BPTD maupun Dishub DIY, kebetulan itu semua bisa diset dengan ACTS sehingga durasi itu bisa secara teknis bisa diantisipasi dengan pengaturannya," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
Kemlu RI mengecam tindakan Israel terhadap relawan Global Sumud Flotilla 2.0 dan terus mengupayakan pembebasan WNI yang ditangkap.
Talud Sungai Gajah Wong di Bantul ambrol dan mendekati jembatan. DPRD DIY mendesak penanganan darurat sebelum musim hujan tiba.
Barantin membentuk satgas 24 jam untuk mengawasi hewan kurban jelang Idul Adha 2026 dan memastikan lalu lintas ternak aman.
Polres Ponorogo menggeledah ponpes di Jambon usai pimpinan pesantren jadi tersangka pencabulan santri. Polisi sita sejumlah barang bukti.
Harga sembako Banyumas jelang Iduladha 2026 masih stabil. Harga sapi dan domba naik, namun stok pangan dipastikan tetap aman.