Polisi Buru Pengemudi Misterius Pemicu Kecelakaan Maut di Monjali
Polisi menyelidiki kecelakaan maut di Jalan Monjali Sleman yang menewaskan lansia. Pengemudi kendaraan misterius masih diburu.
Forkopimda Sleman meninjau ketersediaan di distributor telur Jogja Telur pada Selasa (4/4/2023). /Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN—Jajaran Forkopimda Sleman melakukan pantauan ke gudang-gudang distributor komoditas bahan pokok di Sleman. Dalam pantauan ini, ketersediaan bahan pokok disebut aman. Terungkap permintaan telur justru menurun saat Ramadan dan jelang lebaran.
Pemilik Jogja Telur Setiawan Santoso normalnya permintaan telur bisa mencapai 5-10 ton per hari. Namun di awal ramadan ini, permintaan telur cenderung turun lantaran surutnya pariwisata dan tidak adanya hajatan.
Permintaan telur disebutkan Setiawan baru akan meningkat menjelang lebaran. Kenaikan permintaan di hari-hari menjelang lebaran disebutkan Setiawan bisa mencapai tiga kali lipat. "Misal 10 ton, kalau pas lebaran ya bisa tiga hari itu 30 ton setiap hari. Selama tiga hari saja sih tidak lama," ungkapnya, Selasa (4/4/2023).
BACA JUGA : 200.000 Sepeda Motor dan 200.000 Mobil Diprediksi Masuk Jogja saat Lebaran
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo meninjau ketersediaan bahan pangan di distributor bahan pokok CV Arista di Jalan. Kaliurang dan Jogja Telur di Jongke Sendangadi Mlati. Berdasarkan pantauan yang dilakukan, Kustini menuturkan bila persediaan bahan pangan pokok masih mencukupi dan tidak ada indikasi kekurangan.
"Untuk persediaan pangan di Sleman sudah cukup. Baik untuk telur, beras, gula, minyak dan gandum. Sehingga mari kita bersama-sama menghadapi adanya bulan ramadan maupun Idul Fitri ini tetap bahagia karena tidak akan kekurangan pangan," terangnya saat meninjau gudang Jogja Telur.
Kendati demikian Pemkab Sleman akan terus memantau perkembangan komoditas bahan pangan pokok seperti minyak goreng, tepung gandum, beras, gula, serta telur ayam. "Persediaan masih banyak dan mencukupi. Meskipun permintaan meningkat tetapi tidak ada kekurangan stok," ujarnya.
"Kenaikan harga bahan pangan pokok masih di kisaran wajar dan pasokan lancar sehingga dengan melihat perkembangan ini saya harap masyarakat tetap tenang," ucapnya.
Harapan Kustini dengan pasokan bahan pangan yang cukup ini, tidak membuat masyarakat panik buying. Lantaran dari hasil pantauan Kustini, ketersediaan bahan pokok saat ini masih ada. "Baik itu beras, gandum, minyak, gula ketersediaan lebih dari cukup sampai nanti Idul Fitri," ungkapnya.
BACA JUGA : Tiket Kereta Angkutan Lebaran Relasi Jogja Sudah Habis Terjual
"Ketersediaan lebih dari cukup dan aman. Semoga kita bersama-sama bisa mengendalikan harga dan memang ini bahan pokok sudah tersedia," tegasnya.
Hal senada juga disampaikan Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa yang juga ikut dalam peninjauan ketersediaan bahan pokok ke distributor. Baik di gudang maupun distribusinya, bahan pokok terpantau aman dan lancar api saat ini.
"Terkait bahan pokok, baik itu kesediaan di gudang dan juga distribusinya semua aman lancar dan belum menunjukan peningkatan permintaan yang terlalu signifikan," ujarnya.
Menurutnya secara prinsip pemerintah daerah selalu melakukan pemantauan terkait kebutuhan, stok, distribusi dan harga bahan pokok. Jika terjadi kekurangan atau kelangkaan, Pemkab Sleman akan melakukan tindakan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi menyelidiki kecelakaan maut di Jalan Monjali Sleman yang menewaskan lansia. Pengemudi kendaraan misterius masih diburu.
Lebih dari 3.800 orang meninggal akibat gelombang panas di Spanyol. Kebakaran hutan juga memicu evakuasi puluhan ribu warga.
Pemkot Jogja akan menertibkan replika plang Jalan Malioboro yang digunakan jasa foto usai video wisatawan dimintai bayaran viral.
Polda Metro Jaya menegaskan AKP Pardiman tidak ditangkap dalam kasus narkoba dan saat ini masih menjalani pemeriksaan etik.
DPP Kota Jogja memberikan layanan kesehatan terpadu bagi 350 ternak untuk memperkuat pencegahan PMK dan penyakit hewan menular strategis.
Paus Leo XIV kembali menyerukan perdamaian di Timur Tengah dan mendesak semua pihak segera membuka kembali jalur dialog dan diplomasi.