10 Bulan, Kasus Diare di Jogja Tembus 15.086, Ngampilan Paling Padat
Kasus diare di Jogja mencapai 15.086 hingga 10 Oktober 2026. Dinkes memperkuat pemantauan, sanitasi, dan edukasi pencegahan.
Reruntuhan TPI Congot./Harian Jogja-Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, KULONPROGO—Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Congot telah selesai dibongkar. Saat ini Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kulonprogo sedang memasukkan dokumen ke bagian Badan Layanan Pengadaan (BLP).
Kepala Bidang Pemberdayaan Nelayan Kecil dan Pengelolaan Pelelangan Ikan Dinas Kelautan dan Perikanan Kulonprogo, Wakhid Purwosubiantoro mengatakan pembongkaran TPI Congot sudah dimulai sejak dua minggu lalu.
“Saat ini, setelah selesai pembongkaran dari pihak ketiga, kami sudah memasukkan dokumen pengadaan ke BLP,” kata Wakhid, Senin (10/4/2023).
Wakhid menambahkan bahwa setelah dokumen pengadaan tersebut masuk ke BLP, maka DKP tinggal menunggu hasil lelang pengerjaan TPI Congot yang baru.
Dia mengatakan pembangunan TPI Congot yang baru akan memakan waktu selama 120 hari atau empat bulan.
“Setelah TPI Congot, kami baru akan membangun TPI Trisik. Khusus untuk TPI Trisik tahun ini DED [Detail Engineering Design] kami buat. Persis setelah TPI Congot selesai dibangun. Kalau pembangunan infrastrukturnya baru tahun depan,” katanya.
Lebih jauh, Wakhid mengatakan TPI Congot yang baru tidak boleh hanya digunakan untuk pelelangan ikan, tetapi juga sentra kuliner.
Tidak hanya itu, lintasan lari laun atau jogging track juga akan dipersiapan menyusul tempat rekreasi yang akan dibangun di sekitar TPI Congot. “Wifi juga akan kami sediakan di TPI Congot,” ucapnya.
Sebelumnya, Wakhid menjelaskan bahwa TPI Congot yang akan dibangun tersebut menjadi bagian dari TPI Hebat yang dibangun di empat lokasi di Kulonprogo. Hebat merupakan singkatan dari higienis, ekonomis, bersih, aman, dan tertib.
Dengan perbaruan TPI tersebut, DKP Kulonprogo berharapa budaya bahari DIY dapat meningkat. Selain itu TPI Hebat dapat menjadi destinasi wisata baru menyusul agenda edukasi yang direncanakan melalui TPI. “Pembangunan TPI Congot itu menggunakan dana keistimewaan [Danais] senilai Rp1,7 miliar,” lanjutnya.
Produksi ikan di Kulonprogo juga akan digenjot melalui serangkaian program seperti peningkatan kapasistas sumber daya Manusia (SDM) nelayan yaitu bimbingan teknis, pelatihan, sekolah lapang, magang, dan kunjungan lapangan.
“Sebagai contoh akan ada pelatihan penangkapan ikan, pelatihan perbengkelan PMT [perahu motor tempel], pelatihan laminasi PMT, pelatihan meteorologi, dan navigasi. Pelatihan pelelangan ikan, sekolah lapang cuaca bagi nelayan, dan magang nelayan milenial,” ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus diare di Jogja mencapai 15.086 hingga 10 Oktober 2026. Dinkes memperkuat pemantauan, sanitasi, dan edukasi pencegahan.
Kemarau panjang di Pengasih, Kulonprogo, membuat Sungai Klampok dan Plelen mengering. Vegetasi perbukitan juga mulai menguning.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Jumat, 23 Oktober 2026, tersedia enam keberangkatan setiap arah dengan tarif Rp12.000.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 23 Oktober 2026, lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Simak juga panduan naik KRL untuk pemula.
Cek jadwal perpanjangan SIM Kulonprogo 23 Oktober 2026 di MPP, lengkap dengan jadwal Satpas 1450, SIMENOR, SIM Keliling, dan syaratnya.
Jadwal KA Bandara YIA 23 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jam keberangkatan dari YIA ke Stasiun Tugu dan sebaliknya.