Lumbung Mataram Kalurahan Purwosari di Kulonprogo Mengoptimalkan Pertanian dan Peternakan Warga
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Ilustrasi./Solopos-Nicolous Irawan
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Perhubungan (Dishub) DIY memprediksi arus lalu lintas objek wisata selama libur Lebaran 2023 akan meningkat pesat. Peningkatan tersebut tak kalah dengan arus mudik Lebaran 2022, sehingga rekayasa lalu lintas terutama di sisi selatan DIY akan dilakukan.
Dishub DIY memprediksi wilayah yang akan tinggi arus lalu lintas wisatawannya adalah Gunungkidul dan Bantul. Berbagai upaya akan dilakukan DIshub DIY untuk memastikan keamanan dan kenyamanan lalu lintas wisatawan tersebut.
Kepala Dishub DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti menjelaskan penjagaan akan diperketat di jalur wisata selama libur Lebaran 2023. “Posko akan kami bangun di beberapa titik, seperti di Pantai Baron, Pantai Parangtritis, dan Kawasan Mangunan,” jelasnya, Kamis (13/4/2023).
BACA JUGA : Empat Rekomendasi Objek Wisata Murah-Meriah di Jogja
Made juga sudah berkoordinasi untuk mengatasi lonjakan arus lalu lintas wisatawan tersebut. “Kami sudah koordinasi dengan Pemkab terkait ini, termasuk kepolisian juga agar membantu di titik padat wisatawan,” katanya.
Sebanyak 103 personil Dishub DIY juga akan dikerahkan selama libur Lebaran 2023 untuk menjaga arus lalu lintas wisatawan. “Rekayasa lalu lintas akan bersifat kondisional, tapi dari pengalaman sebelumnya, Kawasan Mangunan jelas akan kami rekayasa karena padat dan karakteristik jalurnya juga rawan,” ujarnya.
Peta jalur selama libur Lebaran 2023, jelas Made, juga sudah disiapkan pihaknya. “Peta tersebut sudah ada, sudah kami didesiminasikan ke sektor lain terutama Diskominfo untuk membantu menyebarkannya ke masyarakat,” ucapnya.
Made meminta masyarakat yang akan berlibur pada Lebaran 2023 ini agar menaati petugas lapangan. “Karena rekayasa jalurnya situasional mengikuti kondisi maka kami minta mengikuti arahan petugas lapangan dengan baik semata-mata untuk kenyamanan dan keamanan bersama,” tegasnya.
Kepala Diskominfo DIY Hari Edi Tri Wahyu Nugroho menyebut akan memanfaatkan segala jenis kanal informasi untuk memberikan edukasi ke masyarakat terkait arus mudik dan wisatawan selama Lebaran 2023. “Dari media sosial, website, televisi, campai CCTV sudah kami siapkan dengan baik dan bisa dipantau masyarakat luas,” katanya.
BACA JUGA : 6,6 Juta Wisatawan Ditargetkan Masuk ke Jogja Tahun Ini
Seluruh jalur penting dan objek wisata favorite, jelas Hari, sudah dilengkapi CCTV yang bisa dipantau masyarakat dengan baik. “Kami juga menyiapkan form online aduan masyarakat terkait mudik dan lebaran ini, kalau mau lebih praktis kami ada satu aplikasi yang bisa memantau semua informasi dengan baik lewat Jogja Istimewa yang bisa dipantau dari satu genggaman,” jelasnya.
Hari menjamin layanan informasi pada mudik Lebaran 2023 dipastikan mudah diakses. “Kemudahan akses informasi ini diharapkan dimanfaatkan masyarakat agar semuanya nyaman dan aman dalam Lebaran 2023 ini,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.