Bangunan Sudah Jadi, Kampung Nelayan Bantul Masih Tertutup
KNMP Poncosari Bantul belum beroperasi meski pembangunan selesai sejak Januari 2026. Serah terima aset dari pemerintah pusat masih ditunggu.
Ilustrasi. /JIBI-Sunaryo Haryo Bayu
Harianjogja.com, BANTUL - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul menyiapkan sebanyak Rp20 juta yang nantinya digunakan untuk mengalokasikan air bersih bagi daerah yang membutuhkan selama musim kemarau.
Prediksi BMKG wilayah DIY akak memasuki musim kemarau pada Mei mendatang dan puncaknya pada Agustus.
"Informasi dari BMKG kekeringannya memang agak lebih panjang tahun ini. Tahun lalu kan itu kemarau basah tetapi tahun ini karena kemaraunya lebih cepat maka lebih panjang, masuknya itu Mei dan sampai Agustus prediksi puncaknya," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bantul, Antoni Hutagaol, Jumat (28/4/2023).
Antoni menerangkan, anggaran sebanyak Rp20 juta itu disamakan dengan alokasi anggaran dropping air bersih tahun lalu.
Pada tahun lalu, ia menyebut hanya sedikit wilayah yang membutuhkan bantuan air bersih lantaran kondisi kemarau yang cenderung basah. Pada tahun ini pihaknya memprediksi anggaran sebanyak itu cukup untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.
"Kami prediksi sama dengan tahun lalu, kalau tidak cukup bisa dengan belanja tak terduga [BTT] maupun CSR dari perusahaan. Nanti juga bisa dibantu dari dinsos dan instansi lain untuk mengatasi masalah kekeringan," ungkapnya.
Adapun sejumlah wilayah di Kabupaten Bantul yang diprediksi mengakami kekeringan di antaranya yakni Dlingo, Piyungan dan Pundong. Ketiga wilayah itu memang masuk ke dalam klasifikasi zona merah kekeringan dan kemudian Imogiri, Pleret, dan sebagian Pajangan, Kretek dan Sedayu yang masuk ke dalam klasifikasi zona kuning.
"Dengan musim kemarau yang lebih panjang ini kemungkinan butuh banyak dropping air, tetpi kami sudah siap. Kami imbau masyarakat hendaknya pada saat musim hujan itu melakukan penampungan air dengan bak buatan, menjaga mata air serta menggunakan air dengan bijak seperlunya saja," pungkas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KNMP Poncosari Bantul belum beroperasi meski pembangunan selesai sejak Januari 2026. Serah terima aset dari pemerintah pusat masih ditunggu.
FIFA resmi menolak banding Prancis terkait kartu kuning Michael Olise. Pemain sayap Les Bleus kini terancam absen di semifinal jika kembali menerima kartu.
Akupuntur berpotensi membantu mengurangi gejala gangguan cemas, memperbaiki tidur, dan meningkatkan relaksasi, namun tetap perlu dikombinasikan dengan terapi me
Akses air bersih Gunungkidul baru mencapai 90,93%. Pemkab memperkuat jaringan SPAM, sementara BPBD menyiapkan 1.150 tangki bantuan air.
Dokter menjelaskan bersin, batuk, dan gatal tak selalu dipicu cuaca. Kenali gejala alergi, pemicunya, serta pentingnya pemeriksaan medis.
Pentingnya tidur berkualitas bagi perempuan aktif. Ahli menjelaskan ritme sirkadian, melatonin, hingga sleep pressure.