Kelok 23 Gunungkidul Belum Dilirik Investor, Ini Alasannya
Kawasan Kelok 23 Gunungkidul belum menarik investor. DPMPTSP menyebut pembangunan yang belum selesai menjadi salah satu penyebabnya.
Kapolres Gunungkidul AKBP Edy Bagus Sumantri memberikan keterangan aksi pencurian ternak yang dilakukan AP dalam jumpa pers di Aula Mapolres Gunungkidul. Selasa (2/5/2023)
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Petugas kepolisian dari Polres Gunungkidul mengungkap kasus pencurian sapi di Kalurahan Jepitu, Girisubo yang dilakukan AP,47, warga Banyumas, Jawa Tengah. Modus pencurian dengan mengajak warga mengambil ternak milik orang tuanya yang dipelihara di ladang.
Kapolres Gunungkidul, AKBP Edy Bagus Sumantri mengatakan, pengungkapkan kasus pencurian sapi di Kalurahan Jepitu bermula dari kecurigaan warga terkait dengan gerak-gerik AP yang berada di kandang sapi milik salah seorang warga di ladang pada 22 April 2023. Mengetahui perihal ini Lurah Jepitu, Sudarta langsung menghubungi warga dan petugas dari Polsek Girisubo untuk penangkapan.
“Aksi pencurian sapi akhirnya bisa digagalkan dan pelaku bisa ditangkap,” kata Edy kepada wartawan dalam jumpa pers yang digelar di aula Mapolres Gunungkidul, Selasa (2/5/2023).
Dia menjelaskan, aksi pencurian yang dilakukan bukan yang pertama kali. Pasalnya, pada Selasa (12/4/2023), pelaku bersama ketiga temannya juga melancarkan aksi yang sama.
Namun demikian, aksi ini juga digagalkan warga karena pikap pengangkut sapi terjebak dalam kubangan lumpur sehingga tidak bisa meninggalkan lokasi. “Tidak kapok dan ternyata pelaku mengulangi aksinya lagi,” kata Edy.
Hasil dari pemeriksaan awal, tersangka AP merupakan residivis kasus pencurian sapi di 2010 lalu dan mendapatkan hukuman penjara satu tahun di Lapas Wonosari. Modus pencurian dengan mengajak temannya untuk mengambil sapi yang diakui milik orang tuanya.
“Pada 2021 lalu, pelaku sempat mencuri lagi, tapi tidak dilaporkan ke polisi. Jadi, kalau dihitung sudah tiga kali mencuri hingga akhirnya ditangkap,” katanya.
Selain tersangka, polisi juga mengamankan satu unit pikap L300 R 1816 ND; satu lembar terpal biru dan dua tambang warna putih kombinasi biru. “Atas perbuatannya ini pelaku dijerat Pasal 363 jo Pasal 53 KUHP dengan ancaman penjara maksimal sembilan tahun,” katanya.
Lurah Jepitu, Sudarta mengatakan, tersanga AP dulunya merupakan warga Jepitu namun sekarang telah pindah domisili di Banyumas, Jawa Tengah. Menurutnya, pelaku sudah sering mencuri ternak milik warga.
“Kepada temannya, pelaku mengaku akan mengambil ternak milik orang tuanya. Temannya pun percaya karena dulunya pernah tinggal di Jepitu,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kawasan Kelok 23 Gunungkidul belum menarik investor. DPMPTSP menyebut pembangunan yang belum selesai menjadi salah satu penyebabnya.
Gempa M4,0 kembali mengguncang NTT pada 23 Agustus 2026. BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat rangkaian gempa sejak 15 Agustus.
BMKG mendeteksi 696 hotspot di Kalsel pada 23 Agustus 2026. Sebanyak 29 titik masuk kategori tinggi dan risiko karhutla didominasi indikator tinggi.
Bantul memiliki indeks risiko bencana 96,02 dengan kelas sedang. Risiko gempa bumi tercatat tinggi berdasarkan IRBI 2025.
Studi 1.350 pengemudi di Inggris mengungkap fitur mobil yang jarang digunakan. Bluetooth justru menjadi teknologi yang paling sering dipakai.
Acer Medical melihat Indonesia sebagai pasar potensial teknologi kesehatan AI untuk memperluas akses layanan, terutama di wilayah terpencil.