Bentrokan di Menteng Berujung Maut, Tujuh Orang Jadi Tersangka
Polda Metro Jaya menetapkan tujuh tersangka dalam bentrokan di Menteng yang menewaskan satu orang dan melukai satu korban lainnya.
Suasana pentas seni SMP Taman Dewasa Jetis, Jogja di TBY pada Senin (8/5/2023).
Harianjogja.com, JOGJA—Pentas seni bertajuk Bhumi digelar SMP Taman Dewasa Jetis, Jogja pada Senin (8/5/2023) di Taman Budaya Yogyakarta (TBY). Pentas seni ini dimaksudkan sebagai gelar karya proyek penguatan profil pelajar Pancasila (P5).
Kepala SMP Taman Dewasa Jetis, Susaryanto menjelaskan dalam proses persiapan pentas seni ini diikuti oleh siswa kelas VII. “Kami cukup bangga karena 70% proses dilakukan sendiri oleh siswa, sisanya oleh para pamong dan mentor dari ISI Jogja, meskipun tidak sempurna kami harap lewat pentas teater ini dapat meningkatkan pemahaman pancasila siswa-siswa kami,” jelasnya saat sambutan, Senin (8/5/2023).
Susaryanto menyebut penguatan profil pancasila oleh siswanya adalah bentuk implementasi kurikulum merdeka belajar. “Agar para siswa ini memiliki budi pekerti luhur sesuai Pancasila, sehingga tidak hanya cerdas akal tetapi cerdas perilaku,” katanya.
Selain pentas teater, dalam gelar karya ini juga menampilkan pentas musik. “Dari persiapan kostum, make-up, penulisan naskah, properti, hingga lainnya dilakukan mandiri. Dalam prosesnya secara langsung ada penanaman nilai-nilai Pancasila agar siswa semakin menghayatinya,” terangnya.
BACA JUGA: Lahan Dieksekusi untuk Jalur Tol Jogja Solo, Warga Disiapkan Rusunawa
Pentas seni tersebut, jelas Susaryanto, juga dimaksudkan untuk tuntunan. “Tuntuanan dari tontonan, artinya kami berharap inspirasi dalam pentas ini dapat diambil bersama sebagai nilai teladan bersama sehingga tidak semata-mata hanya hiburan belaka,” ujarnya.
Kepala Bidang SMP Disdikpora Kota Jogja Hasyim mengapresiasi gelar karya tersebut. “Tentu ini langkah positif dalam mengimplementasikan P5, terutama kurikulum merdeka belajar,” katanya.
Hasyim menjelaskan lewat pentas seni ini kerja sama antar siswa semakin kuat. “Artinya ada semangat gotong royong yang terimplementasikan, karena tidak mungkin dilakukan tanpa gotong-royong,” ucapnya.
Implementasi kurikulum merdeka belajar, jelas Hasyim, sangat penting dilakukan sekolah. “Karena tanpa implementasi bagaimana memastikan siswa merdeka belajar, tentu [pentas seni] ini sangat kami apresiasi dan dukung apalagi temanya soal cinta lingkungan dimana sangat relevan dengan tantangan yang ada,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polda Metro Jaya menetapkan tujuh tersangka dalam bentrokan di Menteng yang menewaskan satu orang dan melukai satu korban lainnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 28 Juli 2026 tersedia dengan 15 perjalanan. Tarif tetap Rp8.000 dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur.
Megawati Soekarnoputri meresmikan Monumen Peristiwa Kudatuli di Kantor DPP PDIP dan mengajak generasi muda tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa.
Polres Bantul menyita 307 botol miras berbagai merek dari 14 lokasi dalam operasi KRYD untuk menekan peredaran minuman keras ilegal.
Donald Trump masih memiliki opsi memerintahkan serangan ke Iran meski operasi militer ditunda dan upaya diplomasi di Timur Tengah terus berlangsung.
Veddriq Leonardo optimistis meraih medali emas Asian Games 2026 di Jepang. Persiapan difokuskan pada teknik, fisik, dan mental.